Ambon, — Dugaan perundungan terhadap seorang siswa SMA Xaverius Ambon bernama Juan menjadi perhatian publik setelah seorang pengguna TikTok, Bhiken, mengunggah video yang berisi penuturan mengenai insiden tersebut. Dalam video itu, Juan disebut mengalami kekerasan fisik hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Bhiken mengaku menerima informasi dari keluarga korban mengenai dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah teman sekolah Juan. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, empat siswa tiga laki-laki dan satu perempuan—diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Namun, kronologi dan dugaan keterlibatan para siswa itu belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga berita ini disusun, Titastory.id juga belum memperoleh keterangan resmi dari pihak sekolah maupun keluarga korban.

Dalam video yang beredar di media sosial, Bhiken menuturkan bahwa insiden tersebut diduga bermula dari kesalahpahaman antara Juan dan sejumlah siswa lainnya.
Ia menyebut korban diduga dipaksa memakan buah lemon yang telah jatuh ke tanah, termasuk kulit dan bijinya. Dalam penuturan yang sama, Juan juga disebut mengalami kekerasan fisik berupa pukulan di bagian belakang leher dan tendangan.
Setelah kejadian itu, korban dilaporkan mengalami pusing dan dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut Bhiken, Juan sempat dibawa ke salah satu rumah sakit di Ambon. Karena dokter spesialis saraf disebut tidak tersedia, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr. J.A. Latumeten.
Bhiken juga menyebut kondisi korban memburuk setelah tiba di rumah sakit rujukan. Juan dilaporkan mengalami kejang-kejang hingga kehilangan kesadaran.
Informasi mengenai kondisi medis tersebut masih bersumber dari penuturan Bhiken yang mengaku menerima laporan keluarga korban. Belum ada keterangan medis resmi yang diperoleh Titastory.id untuk memastikan kondisi korban maupun hubungan antara dugaan kekerasan dan gejala yang dialaminya.
Desak sekolah memberikan penjelasan
Melalui video yang diunggahnya, Bhiken meminta pihak SMA Xaverius Ambon memberikan penjelasan mengenai dugaan perundungan tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan serta mekanisme pelaporan dan penanganan yang cepat ketika siswa mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.
Pihak sekolah perlu memberikan penjelasan mengenai apakah laporan tersebut telah diterima, langkah penelusuran yang dilakukan, serta upaya perlindungan terhadap siswa yang terlibat. Penanganan juga perlu menjaga privasi dan keselamatan anak, baik korban maupun siswa yang disebut dalam laporan.
Hingga berita ini disusun, titastory.id belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak SMA Xaverius Ambon maupun instansi pendidikan terkait. Konfirmasi kepada keluarga korban juga masih diperlukan untuk melengkapi kronologi dan mengetahui perkembangan kondisi Juan.
titastory.id akan memperbarui pemberitaan setelah memperoleh keterangan dari pihak-pihak terkait.