Dugaan Judi Prajurit di Kafe Ujung JMP, Intelijen Kodam Pattimura Lakukan Pemeriksaan

by
08/11/2026
Sejumlah pria, termasuk beberapa orang berseragam loreng, terlihat berkumpul di area parkiran sebuah kafe di kawasan Ujung Jembatan Merah Putih (JMP), Ambon. Dalam foto yang beredar, seorang pria tampak duduk sambil memegang telepon genggam, sementara pria lainnya berjongkok di dekat meja. Dokumentasi ini menjadi sorotan menyusul dugaan aktivitas perjudian yang melibatkan oknum berseragam, Foto: Ist

Ambon, — Staf Intelijen Kodam XV/Pattimura memeriksa sejumlah personel TNI yang diduga bermain judi kartu di kawasan Kafe Ujung Jembatan Merah Putih (JMP), Ambon. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut melibatkan taruhan uang atau hanya permainan kartu untuk mengisi waktu luang.

Pemeriksaan ini menyusul dugaan aktivitas perjudian yang sebelumnya menjadi perhatian publik setelah sejumlah orang berseragam TNI terlihat bermain kartu di kawasan tersebut.

Kepala Penerangan Kodam XV/Pattimura, Kolonel Inf Adi Swastika, menyampaikan perkembangan pemeriksaan itu melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (7/11/2026).

Adi menjelaskan, sejumlah personel yang berada di lokasi merupakan pengemudi dan ajudan yang sedang menjalankan tugas pengamanan serta mendampingi pimpinan. Mereka disebut bermain kartu ketika menunggu pimpinan menyelesaikan kegiatan hingga larut malam.

“Para personel tersebut saat itu sedang menunggu selesainya kegiatan pimpinan. Karena waktu menunggu cukup lama hingga larut malam, mereka mengisi waktu luang dengan bermain kartu secara santai,” kata Adi.

Meski demikian, Kodam masih mendalami apakah permainan kartu tersebut disertai taruhan uang atau materi lainnya. Pemeriksaan dilakukan terhadap personel yang diduga terlibat serta sejumlah saksi.

“Perihal penggunaan materi atau uang dalam aktivitas tersebut, proses pemeriksaan masih berjalan dan terus didalami,” ujar Adi.

Penggunaan uang atau materi sebagai taruhan menjadi salah satu aspek yang diperiksa Kodam XV/Pattimura. Hal ini untuk memastikan apakah aktivitas bermain kartu tersebut mengandung unsur perjudian atau tidak.

Adi menegaskan, Kodam tidak akan memberikan toleransi apabila pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan prajurit.

“Apabila dari hasil pendalaman lanjutan terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa oknum anggota tersebut benar-benar menggunakan uang atau terlibat dalam perjudian, Kodam XV/Pattimura memastikan akan langsung memproses hukum oknum yang bersangkutan sesuai aturan dan ketentuan hukum militer yang berlaku,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan prajurit yang melanggar hukum, terlebih ketika mengenakan atribut resmi TNI, dapat mencederai kehormatan dan nama baik institusi.

Kodam minta masyarakat melapor

Melalui keterangan resminya, Kodam XV/Pattimura menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keresahan yang muncul akibat dugaan aktivitas tersebut.

Kodam juga mengimbau masyarakat agar melaporkan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan anggota TNI kepada Polisi Militer.

“Kalau ada tindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum, ada baiknya segera dilaporkan kepada Polisi Militer sebagai aparat penegak hukum di lingkungan TNI,” kata Adi.

Kapendam turut meminta media tetap mengedepankan objektivitas dalam pemberitaan. Ia menyatakan tindakan indisipliner yang dilakukan oknum prajurit merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak mewakili institusi TNI secara keseluruhan.

Hingga Sabtu (7/11/2026), pemeriksaan terhadap sejumlah personel tersebut masih berlangsung. Kodam XV/Pattimura belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan maupun memastikan ada atau tidaknya unsur taruhan dalam permainan kartu di Kafe Ujung JMP.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.