Yahukimo, Papua Pegunungan, — Manajemen Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran SMKN 1 Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, TPNPB menyebut peristiwa itu terjadi pada Senin, 10 Februari 2026 sekitar pukul 13.15 WIT.
Klaim tersebut disampaikan juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, berdasarkan laporan pimpinan lapangan Kodap XVI Yahukimo. Menurut rilis itu, pembakaran dilakukan dengan alasan untuk menghindari jatuhnya korban di kalangan pelajar dan guru, serta sebagai respons atas dugaan pelanggaran peringatan yang dikeluarkan TPNPB terkait aktivitas fasilitas sipil di wilayah yang mereka sebut sebagai area operasi.

Dalam rilis yang sama, TPNPB menyerukan agar pemerintah daerah menghentikan pembangunan dan aktivitas pendidikan di wilayah yang diklaim sebagai zona konflik. TPNPB juga meminta pemerintah Indonesia membuka akses kemanusiaan dan memberi ruang bagi lembaga kemanusiaan internasional untuk membantu warga sipil yang terdampak konflik di Papua.
TPNPB turut mengutip data yang mereka sebut berasal dari laporan pemantauan hak asasi manusia mengenai jumlah pengungsi akibat konflik. Redaksi menegaskan bahwa seluruh informasi dalam berita ini bersumber dari rilis resmi TPNPB dan belum dikonfirmasi secara independen oleh pemerintah, aparat keamanan, maupun otoritas pendidikan setempat. Redaksi juga tidak memiliki verifikasi terpisah terkait motif, pelaku, maupun dampak peristiwa yang diklaim tersebut.
Catatan Redaksi
Berita ini disusun dengan prinsip kehati-hatian, atribusi ketat, dan tidak dimaksudkan untuk membenarkan atau mempromosikan tindakan kekerasan. Redaksi membuka ruang klarifikasi dari pihak pemerintah, aparat keamanan, dan otoritas terkait.