Buru Selatan Terbanyak, 50 Titik Panas Terdeteksi di Maluku

14/10/2026
Tampilan Peta data Satellite (VIIRS) Thermal Hotspots and Fire Activity (Titik Panas Termal dan Aktivitas Kebakaran Satelit VIIRS) di Pulau Buru, Foto: Ist

Pulau Buru, — Sebanyak 50 titik panas terdeteksi di wilayah Maluku pada 7 Oktober 2026. Kabupaten Buru Selatan tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik panas terbanyak. Di saat bersamaan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi asap kategori sedang di sepuluh wilayah di Maluku selama periode 7–14 Oktober 2026.

Temuan titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang tersebut dilaporkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon melalui siaran pers kewaspadaan asap di wilayah Maluku yang diterima Titastory.id.

Dalam rilis itu, BMKG mencatat asap tipis hingga sedang menyelimuti langit sejumlah wilayah dengan jarak pandang berkisar 2–5 kilometer. Bahkan, pada pagi hari 7 Oktober 2026, asap cukup tebal teramati di beberapa daerah hingga menyebabkan jarak pandang turun di bawah dua kilometer.

Wilayah yang mengalami kondisi tersebut meliputi Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Tenggara, Seram Bagian Timur, Buru, Buru Selatan, dan Kepulauan Tanimbar.

Asap terpantau dari Papua hingga Pulau Seram

Berdasarkan analisis arah angin yang bertiup dari timur hingga barat laut serta pemantauan satelit Himawari-9, BMKG menjelaskan bahwa sebaran asap yang memasuki wilayah Maluku berasal dari Papua. Sebagian asap lainnya terpantau berasal dari Pulau Buru dan Pulau Seram.

Atas kondisi tersebut, BMKG memperingatkan potensi asap kategori sedang di sepuluh wilayah, yakni Kota Ambon, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, dan Kepulauan Tanimbar.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, Kamari, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta memperhatikan perubahan kondisi udara dan jarak pandang yang dapat memengaruhi kesehatan maupun keselamatan perjalanan.

“Warga agar tidak mengabaikan perubahan kondisi udara dan jarak pandang,” kata Kamari dalam rilis tersebut.

Kelompok Rentan Diminta Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan

Untuk mengurangi paparan asap, BMKG menyarankan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, dan menutup jendela ketika asap terasa pekat.

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi berasap.

Selain berdampak terhadap kesehatan, penurunan jarak pandang berpotensi mengganggu keselamatan transportasi. Karena itu, BMKG mengingatkan pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan agar mewaspadai perubahan jarak pandang secara signifikan.

Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi cuaca melalui situs resmi BMKG di www.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, serta pengumuman dari instansi terkait.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi secara berkala dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla serta sebaran asap di wilayah Maluku.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.