BMKG Peringatkan Potensi Asap Sedang di Sejumlah Wilayah Maluku hingga Sepekan ke Depan

07/10/2026
Peta menunjukkan sebaran titik panas di wilayah Provinsi Maluku pada 7 Oktober 2026. Berdasarkan data BMKG, pemantauan dilakukan pukul 00.00–11.00 WIB menggunakan data satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20. Titik kuning menandakan hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang. Sumber: BMKG/FIRMS
  • Sebanyak 50 titik panas terdeteksi di Maluku pada 7 Oktober 2026. BMKG memperingatkan potensi asap kategori sedang di 10 wilayah dalam sepekan ke depan dan meminta masyarakat mewaspadai penurunan jarak pandang.

Ambon — Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon memperingatkan potensi asap dengan kategori sedang di sejumlah wilayah Maluku dalam sepekan ke depan. Peringatan ini menyusul teramatinya asap tipis hingga sedang yang menyelimuti langit Maluku dalam sepekan terakhir.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, Kamari, mengatakan kondisi asap pada 7 Oktober 2026 terpantau di Kota Ambon, Kota Tual, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru, Buru Selatan, Maluku Tenggara, hingga Kepulauan Tanimbar.

Pada pagi hari, asap bahkan dilaporkan cukup tebal dengan jarak pandang kurang dari 2 kilometer di sejumlah wilayah.

“Berdasarkan kondisi tersebut, potensi asap dengan kategori sedang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Maluku dalam sepekan ke depan,” kata Kamari dalam siaran pers, Rabu, 7 Oktober 2026.

Citra satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia pada 7 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB. Asap terdeteksi antara lain di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, hingga Papua Selatan. Peta juga menunjukkan sejumlah titik panas (hotspot) dan arah pergerakan angin. Sumber: BMKG

50 Titik Panas Terdeteksi

Peringatan BMKG tersebut berkaitan dengan meningkatnya jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah Maluku.

Pada 7 Oktober 2026, BMKG mencatat hingga 50 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang. Jumlah titik panas terbanyak terdeteksi di wilayah Buru Selatan.

Berdasarkan analisis arah angin yang bertiup dari timur hingga barat laut serta pantauan satelit Himawari-9, sebagian asap yang masuk ke wilayah Maluku diperkirakan berasal dari Papua.

Selain itu, sebagian kecil asap juga berasal dari aktivitas kebakaran di Pulau Buru dan Pulau Seram.

Kondisi tersebut menyebabkan asap berpotensi menyebar ke sejumlah wilayah Maluku, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung pergerakan massa udara dari sumber asap menuju wilayah lain.

10 Wilayah Berpotensi Terdampak Asap

BMKG Pattimura memperkirakan potensi asap kategori sedang dalam sepekan ke depan dapat terjadi di:

  • Kota Ambon
  • Kabupaten Buru
  • Kabupaten Buru Selatan
  • Kabupaten Maluku Tengah
  • Kabupaten Seram Bagian Timur
  • Kabupaten Seram Bagian Barat
  • Kota Tual
  • Kabupaten Maluku Tenggara
  • Kepulauan Aru
  • Kepulauan Tanimbar

Masyarakat di wilayah tersebut diminta mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kondisi asap melalui kanal resmi BMKG serta instansi terkait.

Kelompok Rentan Diminta Waspada

Kamari mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, serta menutup jendela apabila kondisi asap mulai terasa pekat.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan, disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara dan kondisi asap memburuk.

Selain berdampak terhadap aktivitas masyarakat, asap juga dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas transportasi.

Karena itu, BMKG meminta pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan.

Kondisi jarak pandang perlu menjadi perhatian, terutama pada pagi hari ketika asap dilaporkan lebih tebal di sejumlah wilayah.

Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan perkembangan kondisi asap dan titik panas di wilayah Maluku.

Informasi terbaru diperlukan agar masyarakat maupun instansi terkait dapat melakukan langkah mitigasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

“Masyarakat diharapkan tetap memperbarui informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya karhutla, dapat dilakukan dengan baik,” demikian siaran pers tersebut.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.


error: Content is protected !!