Bangkai Ikan Membusuk di Pantai Suli, Evakuasi Belum Jelas

20/10/2026
Bangkai ikan berukuran raksasa terdampar di pesisir Pantai Suli, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Warga setempat menduga bangkai tersebut merupakan ikan paus. (Foto: Istimewa)

Pulau Ambon — Bangkai seekor ikan berukuran besar terdampar di Pantai Suli, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, dan telah membusuk selama dua hari. Bau menyengat dari bangkai tersebut mengganggu warga sekitar, sementara waktu penanganannya belum diketahui.

Peneliti kelautan dalam Prof. Augy Syahailatua menduga ikan itu telah mati sebelum terdampar atau dibuang ke pantai. Dugaan tersebut didasarkan pada pengamatan awal terhadap kondisi fisik bangkai, bukan hasil pemeriksaan ilmiah.

“Melihat sepintas, sepertinya ikan tersebut sudah mati beberapa waktu sebelum dibuang atau terdampar,” kata Augy kepada Titastory.id melalui pesan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.

Kondisi bangkai ikan yang terdampar di Pantai Suli yang sudah membusuk di hari ke dua setelah ditemukan warga, Foto: Titastory.id/Doc

Augy juga mempertanyakan kemungkinan bangkai ikan tersebut sengaja dibuang. Menurut dia, ikan yang baru terdampar biasanya masih memiliki kondisi fisik yang relatif utuh. Namun, penyebab kematian ikan dan bagaimana bangkai itu sampai ke Pantai Suli belum dapat dipastikan.

Seorang warga Negeri Suli mengatakan bangkai ikan tersebut telah berada di pantai selama dua hari. Selain mengeluarkan bau tidak sedap, keberadaan bangkai itu menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga di sekitarnya.

“Lingkungan tak akan sehat,” ujar Augy, menanggapi keberadaan bangkai ikan yang belum ditangani tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian mengenai jadwal evakuasi bangkai ikan itu. Identitas spesies, penyebab kematian, serta kemungkinan faktor yang menyebabkan ikan tersebut terdampar juga belum diketahui.

titastory.id telah berupaya menghubungi pihak Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL) melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon pada Selasa, 20 Oktober 2026. Namun, belum ada tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Negeri Suli, Hans Suitella, melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon. Belum ada jawaban yang diterima hingga berita ini ditulis.

Pemeriksaan terhadap bangkai, termasuk identifikasi spesies dan pengambilan sampel jika memungkinkan, diperlukan untuk membantu mengetahui penyebab kematian ikan tersebut. Tanpa pemeriksaan lebih lanjut, belum ada dasar untuk menyimpulkan apakah kematian ikan berkaitan dengan penyakit, kondisi perairan, aktivitas manusia, atau faktor lainnya.

Penanganan bangkai juga mendesak untuk mencegah gangguan yang berlarut-larut bagi warga. Namun, sampai saat ini, penyebab kematian ikan maupun pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan bangkai tersebut masih belum jelas.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.