BMKG mencatat 11 titik panas berkepercayaan tinggi di Kabupaten Buru. Jarak pandang di sejumlah lokasi dilaporkan turun hingga di bawah lima kilometer.
Ambon, — Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini potensi kabut asap kategori sedang di wilayah Maluku untuk periode 23–29 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menduga sebagian asap yang menyelimuti Kepulauan Maluku berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Merauke, Papua Selatan.
Dalam rilis yang diterima titastory.id, BMKG menyebutkan kondisi kualitas udara memburuk pada Kamis, 22 Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 dan analisis pola angin, asap diduga bergerak melintasi wilayah perairan dari arah timur hingga selatan menuju Kepulauan Maluku.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, Kamari, mengatakan pola angin berperan dalam membawa asap dari wilayah lain menuju Maluku.

“Dinamika atmosfer menunjukkan adanya pergerakan angin yang cukup konsisten dari arah timur dan selatan menuju wilayah kita. Hal ini menyebabkan kabut asap akibat karhutla di Merauke terbawa jauh hingga melintasi perairan dan masuk ke ruang udara Kepulauan Maluku,” kata Kamari saat dikonfirmasi, Jumat, 23 Oktober 2026.
Selain asap yang diduga berasal dari luar wilayah, BMKG mendeteksi titik panas di daratan Maluku. Menurut Kamari, pemantauan satelit menunjukkan terdapat 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kabupaten Buru. Asap dari wilayah Pulau Seram juga disebut turut memengaruhi kondisi udara.
“Selain kiriman dari luar kawasan, pemantauan satelit kami mengonfirmasi adanya 11 titik panas berkepercayaan tinggi di Kabupaten Buru, serta keterlibatan asap dari wilayah Pulau Seram. Kombinasi inilah yang memicu pekatnya kabut asap hingga menekan jarak pandang hingga di bawah lima kilometer pada beberapa titik,” ujar Kamari.
Kabut Asap Berpotensi Meluas
BMKG memperingatkan potensi kabut asap kategori sedang di sejumlah wilayah Maluku selama periode 23–29 Oktober 2026. Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya.
Kamari mengimbau masyarakat untuk mengurangi paparan asap, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga disarankan menggunakan masker saat harus keluar rumah, mencukupi kebutuhan air minum, serta menutup jendela dan akses masuk udara ketika asap di sekitar tempat tinggal semakin pekat.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan orang dengan riwayat penyakit pernapasan, diminta membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara memburuk.
BMKG juga meminta pelaku transportasi laut dan penerbangan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penurunan jarak pandang. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keselamatan pelayaran dan penerbangan, terutama jika jarak pandang berubah secara cepat.
BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk mengikuti pembaruan informasi cuaca serta peringatan dini untuk mengantisipasi perkembangan kabut asap di wilayah Maluku.
Penulis: Christin Pesiwarissa