Ambon, – Merespons cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengambil langkah preventif dengan melakukan penebangan dan pemangkasan pohon secara massal. Aksi ini difokuskan pada pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang di sejumlah titik vital kota pada Selasa (5/5/2026).
Langkah ini bukan sekadar rutinitas pemeliharaan lingkungan, melainkan respons darurat atas meningkatnya risiko bencana di kawasan perkotaan. Instruksi langsung Penjabat Wali Kota Ambon menjadi dasar operasi besar tersebut, dengan prioritas utama melindungi keselamatan warga serta meminimalkan potensi kerugian akibat pohon tumbang.

Operasi Gabungan Lintas Instansi
Dalam pelaksanaan di lapangan, operasi ini melibatkan sinergi antar-instansi yang solid. Tim gabungan terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) sebagai lini sektor utama, Dinas PUPR, BPBD Kota Ambon, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta personel PLN untuk mengamankan jaringan listrik dari potensi gangguan saat proses eksekusi batang pohon.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz, menerangkan bahwa aksi ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD dan instansi vertikal dalam kegiatan ini.
“Aksi ini melibatkan sejumlah OPD, baik Dinas Damkar, PUPR, hingga pihak PLN dan Telkom, agar proses pembersihan di lapangan berjalan lancar tanpa mengganggu fasilitas umum lainnya,” terang Apries.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Alfredo Hehamahua, memastikan seluruh personel dikerahkan untuk mendukung percepatan penanganan.
“Sesuai arahan dan petunjuk Pak Wali, kami ikut membantu DLHP untuk memastikan keamanan warga. Personel kami siagakan di lapangan untuk mempercepat proses pemangkasan, terutama pada pohon-pohon yang sudah tua, lapuk, dan berpotensi tumbang. Ini bagian dari mitigasi risiko agar tidak terjadi kerugian maupun korban jiwa ,” tegas Alfredo.
Sasar Jalur Padat dan Kawasan Rawan
Penebangan difokuskan pada ruas jalan dengan intensitas lalu lintas tinggi serta kawasan yang memiliki pohon tua dan rapuh. Sejumlah titik vital yang menjadi prioritas antara lain Jalan Anton Rhebok, Jalan PLN Trikora, Pertigaan Batu Gantung, kawasan Talake, Jalan Diponegoro, Jalan Nona Saar Sopacua, hingga kawasan Waringin-Wainitu.
Dari pantauan di beberapa lokasi, aktivitas ini sempat menyebabkan perlambatan arus kendaraan. Namun pemerintah meminta masyarakat memahami situasi tersebut sebagai bagian dari upaya penyelamatan yang lebih besar.
Langkah sterilisasi ini juga dinilai penting untuk menjaga akses jalur evakuasi tetap terbuka serta melindungi jaringan listrik dan telekomunikasi dari gangguan akibat pohon tumbang.
Imbauan Kepada Warga
Pemkot memastikan operasi serupa akan terus berlanjut dengan menyasar titik-titik lain yang masuk kategori rawan pada hari berikutnya. Pemerintah juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di tengah cuaca ekstrem.
Warga diminta tidak berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar maupun papan reklame, serta tetap berhati-hati saat berkendara di tengah hujan lebat dan angin kencang.
Dengan langkah cepat ini, Pemkot Ambon berharap dapat menekan risiko bencana perkotaan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman di tengah ancaman cuaca yang semakin tidak menentu.