Pulau Ambon, — Warga Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, mengevakuasi secara mandiri bangkai paus yang terdampar di Pantai Suli Bawa, Rabu (21/10/2026). Warga mengambil inisiatif tersebut setelah bangkai mamalia laut itu dibiarkan selama sekitar dua hari tanpa penanganan yang diketahui warga.
“Baunya busuk dan sangat mengganggu,” kata Elsina, warga Negeri Suli, kepada Titastory.id, Rabu (21/10/2026).
Menurut Elsina, bangkai paus itu ditemukan sekitar dua hari sebelumnya dalam kondisi telah mengalami kerusakan. Sejumlah bagian tubuhnya terlihat robek sehingga menimbulkan kekhawatiran warga, terutama karena bau menyengat yang muncul dari bangkai tersebut.
Semula, warga berharap pemerintah atau instansi terkait segera menangani bangkai paus itu. Namun, setelah menunggu tanpa melihat adanya tindakan, warga akhirnya berinisiatif melakukan evakuasi secara mandiri.
Proses evakuasi tersebut juga beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Facebook Novita Joris Ruhukail, terlihat warga menangani bangkai paus di Pantai Suli.
Saat dikonfirmasi melalui kolom komentar pada akun pribadinya mengenai pihak yang melakukan evakuasi, Ruhukail membenarkan bahwa penanganan tersebut dilakukan oleh warga.
“Iya, Kak,” jawabnya.
Sebelum dievakuasi, keberadaan bangkai paus itu menarik perhatian masyarakat. Sejumlah warga mendatangi lokasi untuk melihat langsung mamalia laut berukuran besar tersebut. Penemuan itu juga ramai diperbincangkan di media sosial.
Pemerintah Belum Beri Keterangan

Di tengah upaya warga menangani bangkai paus, keterangan dari pemerintah dan instansi teknis terkait belum diperoleh.
Pemerintah Negeri Suli belum memberikan penjelasan mengenai penanganan bangkai paus tersebut. Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) juga belum memberikan keterangan terkait peristiwa itu.
Belum adanya penjelasan dari pihak berwenang membuat penyebab kematian paus dan kondisi bangkainya belum diketahui secara pasti. Belum ada pula informasi yang dapat memastikan apakah bangkai tersebut telah diperiksa untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Pemeriksaan oleh instansi berwenang diperlukan untuk mengidentifikasi paus, menelusuri kemungkinan penyebab kematian, serta menentukan penanganan sisa bangkai agar tidak menimbulkan gangguan di kawasan pesisir.
titastory.id masih berupaya memperoleh keterangan dari pemerintah dan instansi terkait mengenai penemuan serta penanganan bangkai paus tersebut.