Longboat Mati Mesin di Perairan Banda, 20 Penumpang Selamat Setelah Perbaikan Darurat di Tengah Laut

by
06/06/2026
Caption: Tim Basarnas saat berada di Perairan Pulau Banda, Foto: Ist

Ambon, – Sebuah kapal cepat jenis longboat yang mengangkut 20 penumpang sempat terombang-ambing di perairan antara Pulau Hatta dan Desa Dender, Banda Besar, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu pagi, 6 Juni 2026. Kapal tersebut mengalami mati mesin di tengah pelayaran sehingga memicu operasi penyelamatan oleh tim SAR gabungan.

Beruntung, seluruh penumpang berhasil selamat setelah kru kapal mampu melakukan perbaikan darurat terhadap mesin yang mengalami kerusakan sebelum tim penyelamat tiba di lokasi.

Insiden bermula ketika longboat bertolak dari Pulau Hatta menuju dermaga Pulau Banda Besar. Namun, sekitar pukul 08.15 WIT, mesin penggerak kapal mendadak mengalami gangguan teknis dan berhenti beroperasi saat kapal masih berada di tengah laut.

Caption: Tim Basarnas dalam operasi penyelamatan di Perairan Pulau Banda, Maluku Tengah, Foto: Ist

Kondisi itu membuat kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran dan sempat terombang-ambing di tengah gelombang. Menyadari situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang, seorang warga bernama Fardy segera menghubungi Pos SAR Banda pada pukul 08.27 WIT untuk meminta bantuan.

Menerima laporan tersebut, Pos SAR Banda langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Tim SAR gabungan kemudian menyiapkan operasi pencarian dan pertolongan dengan mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian.

Pada pukul 09.20 WIT, tim rescue bergerak menuju titik koordinat 3°33’39.33″ LS dan 129°59’43.77″ BT yang berada sekitar 7,14 nautical mile arah tenggara dari Pos SAR Banda.

Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan. Namun, situasi di laut tetap menantang karena kecepatan angin berkisar hingga 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai sekitar 2,5 meter.

Di tengah proses evakuasi yang sedang berlangsung, kru kapal dan para penumpang terus berupaya memperbaiki kerusakan mesin secara mandiri. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu, mengatakan pihaknya menerima informasi terbaru dari salah satu penumpang sekitar pukul 09.29 WIT bahwa salah satu mesin kapal berhasil dihidupkan kembali.

“Kami menerima informasi susulan dari salah satu penumpang bahwa salah satu mesin kapal berhasil diperbaiki secara mandiri. Longboat kemudian dapat melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan rakyat di Pulau Banda Besar,” kata Ezau.

Setelah mesin kembali berfungsi, kapal melanjutkan perjalanan dan berhasil merapat dengan aman di Pelabuhan Banda Besar.

Seluruh penumpang dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera maupun gangguan kesehatan akibat insiden tersebut.

Setibanya di darat, para penumpang selanjutnya diarahkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Ambon menggunakan Kapal Motor (KM) Labobar yang saat itu sedang bersandar di Pelabuhan Banda.

Fardy, pelapor yang pertama kali menghubungi Pos SAR Banda, memastikan seluruh penumpang telah berada dalam kondisi aman.

“Kami sudah memastikan seluruh penumpang yang berjumlah 20 orang selamat. Saat ini mereka telah berada di atas KM Labobar untuk melanjutkan perjalanan menuju Ambon,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim SAR gabungan yang bergerak cepat merespons laporan darurat meskipun kondisi perairan saat itu cukup menantang.

Setelah dipastikan seluruh penumpang selamat dan tidak lagi berada dalam kondisi darurat, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan alat keselamatan dan pemeriksaan kondisi mesin sebelum pelayaran dilakukan, terutama pada jalur laut antarpulau yang kerap menghadapi cuaca dan gelombang yang berubah-ubah di wilayah Maluku.

 

error: Content is protected !!