TPNPB Klaim Serangan Aparat di Intan Jaya Lukai Lima Warga Sipil Dekat Gereja

19/05/2026
Caption: Warga sipil papua yang dirawat di RS, Foto: Ist

Intan Jaya, — Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM mengklaim serangan aparat keamanan Indonesia di sekitar Gereja Katolik Mbabogo, Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, mengakibatkan sedikitnya lima warga sipil terluka pada Minggu siang, 17 Mei 2026.

Dalam siaran pers yang diterima media, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut serangan terjadi sekitar pukul 12.15 WIT, sesaat setelah warga selesai mengikuti ibadah gereja.

Menurut Sebby, informasi tersebut diperoleh dari laporan pasukan TPNPB Kodap VII Intan Jaya.

“Serangan dilakukan pada saat umat baru keluar dari gedung gereja, sehingga mengakibatkan lebih dari empat orang warga terluka,” ujar Sebby dalam keterangan tertulisnya.

Caption: salah satu warga yang terluka dan dilarikan ke RS untuk perawatan, Foto: Ist

TPNPB mengklaim aparat menggunakan drone dan Rocket Propelled Grenade (RPG) dalam operasi tersebut. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait tuduhan tersebut.

Sebby menyebut sejumlah warga yang diklaim menjadi korban, di antaranya Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau. Sementara satu korban lainnya disebut belum diketahui identitasnya.

Menurut dia, dua warga yang terluka telah dievakuasi oleh pihak Gereja Katolik ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain menyoroti insiden di sekitar gereja, TPNPB juga mengklaim aparat keamanan telah melakukan pengerahan pasukan tambahan ke Intan Jaya sejak 12 hingga 16 Mei 2026 menggunakan enam unit helikopter militer.

“PIS TPNPB melaporkan pendropan pasukan dilakukan menggunakan enam unit helikopter militer, lalu seluruh pasukan dibagi ke pos-pos militer,” kata Sebby.

Dalam pernyataannya, TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto bertanggung jawab atas insiden yang disebut menyasar warga sipil tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim serangan dan korban luka yang disampaikan TPNPB-OPM.

 

error: Content is protected !!