Ambon, — Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan kemunculan bendera yang dikaitkan dengan simbol Republik Maluku Selatan (RMS) di beberapa titik di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (12/4/2026) dini hari.
Informasi tersebut menyebar melalui berbagai platform, disertai dokumentasi foto dan narasi yang menunjukkan pemasangan bendera di lokasi terbuka. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan mengenai sumber unggahan maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu lokasi yang disebut dalam unggahan adalah kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat sebuah bendera yang dipasang di ketinggian menggunakan bambu.

Seorang warga setempat mengaku sempat melihat bendera tersebut pada pagi hari sebelum akhirnya diturunkan oleh aparat.
“Tadi pagi sempat terlihat, lalu tidak lama kemudian sudah diturunkan,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, unggahan lain juga menunjukkan lokasi berbeda di wilayah Nusaniwe, serta titik lain di Kabupaten Maluku Tengah, termasuk kawasan Pulau Haruku.
Namun demikian, informasi tersebut masih bersifat terbatas pada dokumentasi visual yang beredar di media sosial dan belum seluruhnya terverifikasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Sejumlah unggahan turut menyertakan narasi yang mengaitkan kemunculan simbol tersebut dengan momentum tanggal 12 April. Dalam beberapa konten, terdapat penyebutan nama tokoh tertentu serta pesan-pesan bernuansa simbolik.
Meski demikian, keterkaitan antara unggahan tersebut dengan peristiwa faktual di lapangan masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari aparat keamanan.
Penyebaran informasi melalui media sosial dinilai mempercepat munculnya perhatian publik terhadap peristiwa ini. Dalam waktu singkat, foto dan video yang beredar telah menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang digital menjadi medium utama dalam menyebarkan informasi, termasuk yang berkaitan dengan isu sensitif.
Aparat Belum Beri Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait kronologi lengkap, pelaku, maupun langkah penanganan lanjutan atas peristiwa tersebut.
Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, situasi di sejumlah titik yang disebutkan dalam unggahan tetap berlangsung kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
Tidak ada laporan mengenai gangguan keamanan yang signifikan pasca beredarnya informasi tersebut. Warga tetap beraktivitas seperti biasa, sementara aparat terlihat melakukan penanganan secara cepat di sejumlah lokasi.
Perkembangan lebih lanjut masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang guna memastikan fakta di lapangan serta mencegah spekulasi yang dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.