Ambon, — Suasana Bandara Internasional Pattimura Ambon mulai bersiap menghadapi gelombang pemudik Lebaran 2026. Di tengah aktivitas penerbangan yang meningkat, pengelola bandara mengaktifkan Posko Monitoring Terpadu Angkutan Lebaran untuk memastikan perjalanan ribuan penumpang di wilayah Maluku berlangsung aman dan lancar.
Posko tersebut akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
General Manager Bandara Pattimura Johan Seno Acton mengatakan seluruh sistem operasional bandara tahun ini dijalankan dengan prinsip 3S + 1C, yakni Safety, Security, Service, dan Compliance.

“Kami memastikan seluruh fasilitas, baik di sisi udara maupun darat, telah melalui pemeriksaan menyeluruh dan berada dalam kondisi laik operasi,” ujar Johan saat peresmian posko di Ambon, Jumat (13/3).
Berdasarkan proyeksi manajemen bandara, jumlah penumpang selama periode mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 48.481 orang.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 8,5 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Menurut Johan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026, dengan pergerakan penumpang diperkirakan melampaui 3.000 orang per hari.

“Pada tanggal tersebut aktivitas penerbangan diprediksi sangat padat,” kata Johan.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga tiket pesawat yang kerap terjadi saat musim mudik, pengelola bandara melalui InJourney Airport mengambil kebijakan strategis dengan memberikan potongan biaya hingga 50 persen pada sejumlah layanan kebandarudaraan.
Diskon tersebut mencakup Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) serta Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).
Langkah ini diharapkan dapat membantu maskapai menekan biaya operasional sehingga harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat.
Meski tingkat okupansi penerbangan diperkirakan meningkat, hingga saat ini belum ada maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan (extra flight).
Selain pelayanan penumpang, pengelola bandara juga memberikan perhatian khusus terhadap faktor cuaca.
Koordinasi intensif dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi angin kencang yang kerap menjadi tantangan dalam proses pendaratan pesawat di Bandara Pattimura.
Dalam aspek sosial, InJourney Airport juga bekerja sama dengan ASDP dan Dinas Perhubungan Maluku melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyediakan 800 tiket gratis penyeberangan laut di Pelabuhan Liang.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang hendak mudik melalui jalur laut.
Johan menegaskan bahwa keberhasilan operasional angkutan Lebaran tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak.
“Kami bersinergi dengan TNI AU, Polri, Basarnas, serta mitra maskapai untuk memastikan pelayanan berjalan optimal,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan melalui kanal resmi bandara agar perjalanan mudik berlangsung nyaman dan aman.
Penulis: Christin Pesiwarissa