“Air Keras! Air Keras!”: Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang OTK di Salemba

by
13/03/2026
Tangkapan layar kamera CCTV yang memperlihatkan momen sesaat setelah Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), diserang dengan cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. Korban kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Sumber video: akun YouTube @Media Halouleo Official Grafis penanda: Redaksi

Jakarta, — “Air keras! Air keras!” Teriakan itu pecah di tengah malam yang lengang di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB. Teriakan tersebut berasal dari Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), sesaat setelah cairan yang diduga air keras disiramkan ke tubuhnya oleh orang tak dikenal.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya P menuturkan bahwa Andrie berteriak kesakitan setelah cairan tersebut mengenai wajah dan tubuhnya. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu segera mendatangi lokasi dan berupaya memberikan pertolongan.

“‘Air keras! Air keras!’ begitu Andrie berteriak, kata Dimas, menirukan ucapan korban saat kejadian.

Sementara itu, pelaku yang berjumlah dua orang dilaporkan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Jalan Salemba Raya.

Caption Foto: Tangkapan layar kamera CCTV yang memperlihatkan momen sesaat sebelum dan setelah Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), diserang dengan cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB. Dalam rekaman CCTV terlihat sepeda motor yang berboncengan sempat berpapasan dengan korban pada pukul 23.37.14 WIB, sekitar tiga detik sebelum penyiraman terjadi pada pukul 23.37.17 WIB.
Sumber video: YouTube @Media Halouleo Official. Grafis penanda: Redaksi Titastory

Diserang Saat Pulang dari Kegiatan

Berdasarkan keterangan resmi KontraS yang dirilis pada Jumat (13/3/2026), serangan terjadi ketika Andrie Yunus tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang, tidak lama setelah menyelesaikan kegiatan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

KontraS menyebut dua pelaku mendekati korban menggunakan sepeda motor dari arah berlawanan. Motor tersebut diduga jenis Honda Beat keluaran 2016–2021 atau motor matic sejenis.

Ketika berpapasan dengan korban, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh Andrie.

Cairan tersebut mengenai wajah, mata, dada, serta kedua tangan korban.

Akibatnya, Andrie langsung berteriak kesakitan dan kehilangan kendali hingga menjatuhkan sepeda motornya di lokasi kejadian.

Luka Bakar 24 Persen

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen dari total permukaan tubuh.

“Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” tulis KontraS dalam pernyataan resminya.

Saat ini korban menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Tim medis yang menangani korban terdiri dari berbagai spesialis, termasuk dokter mata, saraf, kulit, serta penyakit dalam.

Dalam waktu dekat, Andrie juga direncanakan menjalani tindakan medis pada bagian mata berupa transplantasi membran amnion, yaitu prosedur pencangkokan jaringan untuk membantu pemulihan luka pada permukaan mata.

Caption Foto: Infografis kronologi serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026). Serangan terjadi setelah Andrie selesai mengikuti kegiatan di kantor YLBHI dan menyebabkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen di bagian wajah, mata, dada, dan tangan.
Kredit Foto:
Infografis: Redaksi / Ilustrasi AI

Kronologi Sebelum Serangan

KontraS menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Andrie Yunus menjalani sejumlah kegiatan di Jakarta.

Pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB, ia meninggalkan kantor KontraS untuk menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian pada malam hari sekitar pukul 19.45 WIB, Andrie tiba di kantor YLBHI di Jalan Diponegoro untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI.

Podcast tersebut membahas tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI.”

Andrie berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu, ia sempat mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU Cikini sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Namun, saat melintas di Jalan Salemba I–Talang, dua orang tak dikenal mendekatinya dan melakukan serangan.

Setelah serangan terjadi, Andrie sempat menuju kontrakannya di kawasan Menteng sebelum akhirnya dibawa oleh dua rekannya menuju RSCM menggunakan sepeda motor.

Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 23.48 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis darurat.

KontraS menyebut tidak ada barang milik korban yang hilang dalam kejadian tersebut.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan tindak perampokan, melainkan serangan yang disengaja.

Diduga Teror terhadap Pembela HAM

KontraS menilai penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus patut diduga sebagai bentuk teror terhadap pembela hak asasi manusia.

Organisasi tersebut menyebutkan bahwa serangan ini kemungkinan berkaitan dengan aktivitas Andrie sebagai aktivis HAM.

Dalam pernyataannya, KontraS mengungkapkan bahwa korban sebelumnya juga pernah mengalami teror dan intimidasi, terutama setelah aksi protes terhadap pembahasan RUU TNI pada Maret 2025.

KontraS menegaskan bahwa pembela HAM memiliki hak perlindungan berdasarkan sejumlah regulasi nasional maupun internasional.

Di antaranya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta Peraturan Komnas HAM Nomor 5 Tahun 2015 tentang Perlindungan Pembela HAM.

Desakan Pengusutan

KontraS menilai tindakan penyiraman air keras tersebut dapat dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan, karena berpotensi menimbulkan luka serius bahkan kematian.

Organisasi tersebut mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

KontraS juga meminta penyidik segera menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Beberapa titik yang berpotensi merekam peristiwa tersebut antara lain kamera pengawas di sekolah, fasilitas pemerintah, serta persimpangan jalan di sekitar kawasan Salemba.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

KontraS menegaskan negara memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan para pembela HAM.

“Negara harus memastikan perlindungan terhadap kerja-kerja pembela HAM dan mengusut tuntas pelaku kekerasan,” tulis KontraS dalam pernyataannya.

error: Content is protected !!