Dishub Ambon Sulap Parkiran Apung Jadi Pusat Ramadan Fair, Retribusi Gunakan Sistem Non-Tunai

01/03/2026
Caption: Arela kawasan parkiran Apung, Mardika Kota Ambon, Foto:Ed/titastory.id

Ambon, — Dinas Perhubungan Kota Ambon memanfaatkan kawasan Parkiran Apung sebagai pusat aktivitas ekonomi selama Ramadan melalui program Ramadan Fair. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pengelolaan aset daerah dengan menerapkan sistem retribusi non-tunai berbasis aplikasi m-POS.

Pelaksana Tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Sarana dan Prasarana Teknis Perhubungan Kota Ambon, D. A. Gino Pattiasina, mengatakan sistem digital tersebut diterapkan untuk meningkatkan transparansi sekaligus menutup potensi kebocoran pendapatan daerah.

“Kami bekerja sama dengan Bank Maluku. Retribusi parkir dari pengunjung maupun kontribusi pedagang langsung masuk ke kas daerah secara digital. Tidak ada lagi uang tunai yang mengendap, semuanya tercatat dalam sistem,” kata Gino di Ambon, Jumat, 27 Februari 2026.

Caption: elaksana Tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Sarana dan Prasarana Teknis Perhubungan Kota Ambon, D. A. Gino Pattiasina, Foto:Ed/titastory.id

Menurut Gino, kegiatan Ramadan Fair merupakan hasil kolaborasi tiga organisasi perangkat daerah di Pemerintah Kota Ambon. Dinas Perhubungan bertanggung jawab mengelola parkir pengunjung; Dinas Perdagangan dan Perindustrian mengatur retribusi serta koordinasi pedagang; sementara Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan memastikan kebersihan area melalui pengelolaan retribusi sampah.

Ia menegaskan pemanfaatan Parkiran Apung sebagai lokasi Ramadan Fair bukanlah perubahan fungsi lahan. Kegiatan ini, kata dia, justru menjadi upaya mengoptimalkan fasilitas parkir yang selama ini kurang diminati masyarakat karena lokasinya dianggap jauh dari pusat aktivitas perdagangan.

 

Dorong Ekonomi UMKM

Ramadan Fair yang berlangsung sepanjang bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri ini juga dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gino mengatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ambon. Pemerintah kota menggandeng sponsor untuk menyediakan fasilitas tenda bagi belasan pedagang yang menjual kuliner, sembako, serta pakaian.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, area sepanjang hampir 100 meter di kawasan Parkiran Apung telah dibersihkan secara menyeluruh. Tim pemadam kebakaran turut dilibatkan untuk memastikan lokasi bebas bau dan layak digunakan sebagai area berbelanja kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

 

Ubah Pola Parkir Warga

Selain menggerakkan ekonomi, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas parkir resmi yang disediakan pemerintah.

Menurut Gino, menertibkan pola parkir di kawasan Pasar Mardika bukan perkara mudah. Karena itu, pemerintah mencoba pendekatan yang lebih persuasif melalui aktivitas ekonomi seperti Ramadan Fair.

“Ini upaya kami menghidupkan kembali kawasan parkir yang selama ini kurang dimanfaatkan warga. Perubahan kebiasaan tertib parkir memang tidak bisa instan, tetapi akan kami lakukan secara bertahap,” ujarnya.

error: Content is protected !!