Huamual, Seram Barat, — Operasi pencarian besar-besaran dilakukan di perairan Tanjung Ulatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, menyusul hilangnya seorang nelayan lanjut usia, Aply Siolimbona, 74 tahun. Korban dilaporkan hilang setelah perahunya ditemukan tanpa awak pada Rabu, 4 Februari 2026.
Aply, warga Dusun Tapinalu, Kecamatan Huamual, diketahui berangkat melaut seorang diri sekitar pukul 03.00 WIT untuk memancing. Keluarga mulai khawatir setelah korban tak kunjung kembali hingga pukul 10.00 WIT. Beberapa jam kemudian, nelayan setempat menemukan longboat milik korban terombang-ambing di perairan Tanjung Ulatu tanpa tanda-tanda keberadaan Aply.
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim setelah menerima laporan dari BPBD Seram Bagian Barat pada pukul 15.42 WIT. Tim Rescue diberangkatkan dari Ambon menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dengan jarak tempuh sekitar 50,7 mil laut dari Dermaga BRIN Ambon.

“Tim tiba di lokasi pada sore hari, namun pencarian hari pertama belum membuahkan hasil dan dihentikan sementara karena keterbatasan visibilitas pada malam hari,” ujar Arafah.
Berdasarkan data cuaca, perairan Seram Bagian Barat tengah dipengaruhi angin barat laut hingga barat dengan kecepatan mencapai 22 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian.
Memasuki hari kedua, Kamis, 5 Februari 2026, tim SAR berencana mengoptimalkan pencarian dengan mengerahkan AquaEye, perangkat sonar portabel yang mampu mendeteksi objek di bawah permukaan air secara cepat. Teknologi ini akan digunakan untuk mendukung penyisiran dan kemungkinan operasi penyelaman, apabila cuaca memungkinkan.
Operasi SAR melibatkan unsur gabungan, antara lain Basarnas Ambon, Polairud Polres Seram Bagian Barat, Polsek Huamual, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta puluhan nelayan setempat. Area pencarian akan diperluas mengikuti arah arus laut guna mengantisipasi kemungkinan korban hanyut.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih melanjutkan upaya pencarian dan berharap kondisi cuaca membaik agar operasi dapat dilakukan secara maksimal.
Penulis: Christin Pesiwarissa