Tembagapura, — Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim seorang warga sipil bernama Nemia Zanambani tewas ditembak dalam operasi aparat keamanan Indonesia di kawasan Tembagapura, Papua, Senin, 2 Maret 2026.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam siaran pers yang diterima Selasa, 3 Maret 2026, menyatakan penembakan itu terjadi saat aparat melakukan operasi dan pengejaran terhadap pasukan TPNPB di sekitar area pertambangan PT Freeport McMoRan.
Menurut Sambom, selain Zanambani, dua warga sipil lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat tembakan.
“Seorang warga sipil bernama Nemia Zanambani dilaporkan meninggal dunia dan dua warga sipil lainnya luka-luka dalam operasi militer di Tembagapura,” kata Sambom dalam keterangan tertulis.

Ia juga mengklaim sejumlah warga sipil lainnya ditangkap oleh aparat keamanan, termasuk anak-anak di bawah umur yang disebut dibawa ke markas militer.
TPNPB menyebut operasi tersebut dilakukan setelah aparat melakukan pengejaran terhadap pasukan mereka yang dipimpin oleh Jeki Murib. Kelompok itu sebelumnya mengklaim terlibat dalam penyerangan terhadap aparat keamanan di wilayah Tembagapura dan merampas dua pucuk senjata api.
Dalam pernyataannya, TPNPB juga menuding aktivitas keamanan di kawasan pertambangan Freeport telah memicu berbagai insiden kekerasan terhadap warga sipil.
Selain itu, kelompok tersebut kembali mengkritik keberadaan perusahaan tambang PT Freeport McMoRan di Papua yang menurut mereka tidak memberikan manfaat bagi masyarakat adat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun kepolisian terkait klaim penembakan warga sipil tersebut.