Komunitas Pecinta Lingkungan Hidup Lintas Agama (Kasih Alam) Maluku Utara Resmi Dikukuhkan

14/02/2026
Caption: Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Dewan Pembina Jubair Muhammad, S.Ag., M.H., terhadap pengurus Komunitas Pecinta Lingkungan Hidup Lintas Agama Kasih Alam Maluku Utara, yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) di Aula Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, Sofifi. Kredit Foto: Bidang Publikasi dan Dokumentasi.

Sofifi, – Komunitas Pecinta Lingkungan Hidup Lintas Agama Kasih Alam Maluku Utara resmi dikukuhkan untuk masa kepengurusan 2025–2030. Pengukuhan berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) di Aula Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, Sofifi.

Pengukuhan ini menandai dimulainya peran aktif Kasih Alam Maluku Utara sebagai wadah kolaborasi lintas iman yang berfokus pada pelestarian lingkungan hidup, pendidikan ekologis, advokasi kebijakan, serta penguatan kerja sama antarumat beragama di Maluku Utara—wilayah yang tengah menghadapi tekanan serius akibat krisis ekologis, ekspansi industri ekstraktif, dan degradasi ruang hidup masyarakat.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pembina Nomor 001/SK/K.A/VII/2025 tertanggal 7 Juli 2025, kepengurusan Kasih Alam Maluku Utara periode 2025–2030 dipimpin oleh Dr. Taufik Z. Karim, S.T., M.T. sebagai Ketua Umum, dengan Ibrahim Jumati, M.Si. sebagai Sekretaris. Dewan Pembina terdiri dari Hamdan Hasan, M.Ag., Jubair Muhammad, S.Ag., M.Hum., dan Eko Cahyono, M.Si.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Jubair Muhammad, S.Ag., M.H. dan disaksikan oleh Pdt. Portinatus Selong, S.Si. Teol. Dalam sambutannya, pengurus menegaskan komitmen komunitas untuk menjadikan isu lingkungan sebagai tanggung jawab moral lintas agama, sekaligus ruang kerja bersama masyarakat sipil.

Kasih Alam Maluku Utara dibentuk dengan struktur bidang kerja yang mencerminkan pendekatan holistik terhadap krisis lingkungan. Selain pendidikan dan kampanye ekologis, komunitas ini menaruh perhatian serius pada kerja sama, advokasi, dan penguatan ekonomi rakyat berbasis lingkungan.

Caption: Penyerahan Bendera Organisasi Komunitas Pecinta Lingkungan Hidup Lintas Agama Kasih Alam Maluku Utara, oleh Dewan Pembina Jubair Muhammad, S.Ag., M.H., dan disaksikan oleh Pdt. Portinatus Selong, S.Si. Teol., sebagai simbol komitmen lintas iman dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Kredit foto: Bidang Publikasi dan Dokumentasi.

Fokus Kerja Sama dan Advokasi Lingkungan

Melalui Bidang Kerja Sama dan Advokasi, Kasih Alam Maluku Utara akan mendorong kolaborasi strategis dengan lembaga keagamaan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta pemerintah daerah dalam isu-isu perlindungan lingkungan dan hak masyarakat terdampak.

Program kerja bidang ini meliputi:

  • Penguatan jaringan advokasi lintas agama dalam merespons konflik lingkungan.
  • Pendampingan masyarakat dalam isu kerusakan ekosistem, pencemaran, dan perampasan ruang hidup.
  • Dialog kebijakan lingkungan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
  • Kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional dalam kampanye keadilan ekologis.

Bidang ini juga diarahkan untuk memastikan suara masyarakat akar rumput, termasuk masyarakat adat dan pesisir, terwakili dalam proses pengambilan kebijakan lingkungan di Maluku Utara.

Caption: Pengurus Harian, Dewan Pembina dan Pengawas saat melakukan sesi foto bersama usai agenda organisasi Pengukuhan berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) di Aula Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, Sofifi. Kredit foto: Bidang Publikasi dan Dokumentasi.

Penguatan Ekonomi Berbasis Lingkungan

Sementara itu, Bidang Ekonomi Kasih Alam Maluku Utara difokuskan pada pengembangan ekonomi rakyat yang selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan. Program ini dirancang sebagai alternatif terhadap model ekonomi eksploitatif yang selama ini mendominasi Maluku Utara.

Ruang lingkup program Bidang Ekonomi mencakup:

  • Pengembangan usaha ekonomi produktif ramah lingkungan.
  • Pelatihan kewirausahaan hijau dan ekonomi sirkular.
  • Pendampingan UMKM berbasis potensi lokal.
  • Penguatan kemitraan ekonomi komunitas dengan koperasi, BUMDes, dan jejaring pasar.

Melalui pendekatan ini, Kasih Alam Maluku Utara berupaya membuktikan bahwa perlindungan lingkungan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.

Caption: Suasana Rapat Kerja Perdana, yang membahas pemetaan isu lingkungan prioritas di Maluku Utara, penyusunan rencana aksi tiap bidang, serta strategi kolaborasi lintas agama untuk periode 2025–2030. Kredit foto: Bidang Publikasi dan Dokumentasi.

Rapat Kerja Perdana

Usai prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja perdana yang membahas pemetaan isu lingkungan prioritas di Maluku Utara, penyusunan rencana aksi tiap bidang, serta strategi kolaborasi lintas agama untuk periode 2025–2030.

Rapat kerja ini menjadi pijakan awal bagi Kasih Alam Maluku Utara untuk menerjemahkan komitmen moral menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat solidaritas sosial lintas iman.

Dengan pengukuhan ini, Kasih Alam Maluku Utara diharapkan menjadi ruang perjumpaan nilai-nilai keagamaan dan praktik ekologis, sekaligus motor penggerak gerakan lingkungan yang inklusif, adil, dan berpihak pada masa depan Maluku Utara.

error: Content is protected !!