titastory, Kab. Aru – Pemukiman warga di Kelurahan Galay Dubu, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kepulauan Aru, terendam banjir rob dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter sejak Senin (31/3/2025). Kondisi ini lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Aru, Berthy Imuly, mengungkapkan bahwa fenomena ini berkaitan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi banjir rob akibat fenomena bulan purnama pada 14 Maret 2025 dan Super New Moon pada 29 Maret 2025.
“Awalnya sudah ada informasi perkiraan dari BMKG akan adanya dua kali banjir rob yang terjadi pada bulan Maret. Ini berkaitan dengan fenomena new moon,” kata Berthy.

Sari Gaite, warga Jalan Siwalima-Dok, RT.007/RW.003, mengungkapkan keprihatinannya atas banjir yang terus berulang setiap tahun dan meminta pemerintah untuk lebih jeli dalam menangani permasalahan ini. “Dari tahun ke tahun terus terjadi hal yang sama, sehingga rumah-rumah warga yang memang sudah lebih rendah akan terendam ketika air pasang naik,” ujarnya.
Selain merendam pemukiman, banjir rob juga menyebabkan aparat kepolisian dan Satpol PP melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik jalan yang tergenang air setinggi 50 sentimeter.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan banjir rob yang semakin parah setiap tahunnya, guna meminimalisir dampak terhadap pemukiman dan aktivitas warga.
Penulis: Johan Djamanmona