Maluku Tengah — Wilayah Laut Banda diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu (12/9/2026) siang. Berdasarkan pemutakhiran parameter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 124 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa terjadi pada pukul 13.14.31 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 6,03° Lintang Selatan dan 130,66° Bujur Timur, atau sekitar 184 kilometer barat laut Maluku Tenggara Barat dan 227 kilometer barat laut Tanimbar berdasarkan parameter awal kejadian.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, mengatakan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Banda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip,” kata Wijayanto dalam keterangan resmi BMKG, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa dirasakan dengan intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI) di sejumlah wilayah.
Guncangan dilaporkan dirasakan di Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Molu Maru, dan Wuar Labobar.
Pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.
Hingga pukul 13.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Namun, BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Laut Banda.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi maupun isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa untuk mengantisipasi risiko keselamatan.
Informasi resmi terkait perkembangan gempa bumi dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Penulis: Christin Pesiwarissa