Kapendam Bantah Bendera RMS di Aboru, Warga Disebut Bentangkan Merah Putih 500 Meter

by
17/08/2026
Polemik bendera di Negeri Aboru. Sejumlah bendera yang dikaitkan dengan RMS terlihat di beberapa titik, sementara pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dan warga membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang sekitar 500 meter. Kodam XV/Pattimura membantah adanya pengibaran bendera RMS saat kunjungan Pangdam di Aboru, Senin (17/8/2026). Foto: Dokumentasi warga/Pendam XV Pattimura.

Kapendam XV/Pattimura menyebut tidak ada pengibaran bendera RMS saat kunjungan Pangdam. Namun, sebelumnya beredar informasi dan dokumentasi mengenai bendera yang dikaitkan dengan RMS di beberapa lokasi Aboru.

Pulau Haruku — Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XV/Pattimura Letkol Inf. Adi Swastika membantah informasi mengenai pengibaran bendera yang dikaitkan dengan Republik Maluku Selatan (RMS) di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (17/8/2026).

Bantahan tersebut disampaikan pada hari yang sama ketika informasi mengenai kemunculan bendera RMS di sejumlah titik Aboru beredar melalui media sosial.

Sebelumnya, unggahan akun Facebook Gerakan Muda Aboru menyebut bendera yang dikaitkan dengan RMS terlihat di sejumlah lokasi, antara lain kawasan Gunung Manis, Dusun Salele dan Waikenal. Informasi tersebut kemudian diberitakan sejumlah media lokal.

Dalam informasi yang beredar, kemunculan bendera tersebut disebut berlangsung bertepatan dengan kedatangan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, serta sejumlah pejabat TNI ke Negeri Aboru untuk menghadiri upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan kegiatan pembagian sembako.

Namun, Kodam XV/Pattimura memberikan versi berbeda.

Kapendam: Tidak Ada Bendera RMS

Adi Swastika mengatakan informasi mengenai adanya bendera RMS yang berkibar saat kunjungan Pangdam XV/Pattimura tidak benar.

Menurut dia, kegiatan yang berlangsung di Aboru justru diwarnai pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang sekitar 500 meter.

“Kami tegaskan bahwa informasi mengenai adanya bendera yang naik saat kehadiran Bapak Pangdam di Aboru adalah tidak benar. Seluruh agenda kunjungan kerja berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kehangatan bersama warga setempat,” ujar Adi dalam keterangan resminya.

Pernyataan tersebut juga diberitakan titastory dan Terasmaluku.com. Media itu sebelumnya memuat laporan mengenai informasi bendera RMS di sejumlah titik Aboru, kemudian memuat bantahan Kapendam.

Menurut Adi, Pangdam bersama rombongan disambut tokoh masyarakat, tokoh adat dan warga Negeri Aboru.

Kunjungan tersebut diisi dengan silaturahmi, peninjauan kondisi wilayah serta penguatan sinergitas antara TNI dan masyarakat.

Ia mengatakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Aboru juga berlangsung semarak dan diikuti warga dengan antusias.

Puluhan bendera RMS terlihat berkibar di sejumlah titik di Negeri Aboru, Foto: Facebook @Gerakan Muda Aboru.

Sebelumnya Beredar Informasi Bendera RMS

Sebelum klarifikasi Kodam disampaikan, informasi mengenai bendera yang dikaitkan dengan RMS telah beredar di media sosial.

Akun Gerakan Muda Aboru menyebut bendera tersebut terlihat di beberapa titik, termasuk Gunung Manis, Salele dan Waikenal. Salah satu lokasi yang disebut berada di kawasan pesisir sehingga bendera dapat terlihat dari arah laut.

Informasi tersebut juga menyebut bendera telah diturunkan sebelum pelaksanaan upacara.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan apakah dokumentasi yang beredar tersebut diambil pada Senin (17/8/2026), kapan bendera diturunkan, berapa jumlahnya, dan siapa yang memasangnya.

Karena itu, keterangan mengenai keberadaan bendera di sejumlah lokasi tersebut perlu dibedakan dari klaim bahwa bendera itu dikibarkan saat Pangdam berada di lokasi.

Hal tersebut penting karena bantahan Kapendam secara spesifik merujuk pada kunjungan Pangdam XV/Pattimura ke Aboru.

Aboru dan Riwayat Kemunculan Simbol RMS

Kemunculan bendera yang dikaitkan dengan RMS di Aboru bukan pertama kali terjadi pada 2026.

Pada 25 April 2026, titastory.id melaporkan bendera yang disebut sebagai simbol RMS terlihat di sejumlah lokasi di Aboru, mulai dari atas pohon, rumah warga hingga kawasan pesisir. Saat itu, aparat keamanan disebut memperketat pengamanan, tetapi aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Kurang dari sebulan kemudian, pada peringatan Hari Pattimura ke-209, 15 Mei 2026, TitaStory.id kembali melaporkan kemunculan bendera yang dikaitkan dengan RMS di Negeri Aboru. Berdasarkan keterangan warga ketika itu, bendera dipasang di atas pohon menggunakan bambu dan terlihat dari kawasan sekitar.

Rangkaian pemberitaan tersebut menunjukkan bahwa kemunculan simbol RMS di Aboru memiliki konteks yang lebih panjang dan tidak hanya terjadi pada peringatan HUT ke-81 RI.

Merah Putih 500 Meter

Di tengah polemik tersebut, Kodam XV/Pattimura menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung saat kunjungan Pangdam justru diwarnai dengan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang sekitar 500 meter.

Dokumentasi yang dipublikasikan Pendam XV/Pattimura dan diberitakan Terasmaluku.com memperlihatkan Pangdam XV/Pattimura bersama Wakil Gubernur Maluku dan warga membentangkan Merah Putih dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kapendam mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Ia meminta masyarakat menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian di Maluku.

Dengan adanya dua informasi yang berkembang, verifikasi menjadi penting untuk memastikan kronologi secara utuh.

Di satu sisi, terdapat unggahan media sosial yang menyebut kemunculan bendera yang dikaitkan dengan RMS di sejumlah titik Aboru. Di sisi lain, Kodam XV/Pattimura membantah adanya pengibaran bendera tersebut dalam kunjungan Pangdam dan menyatakan kegiatan diwarnai pembentangan Merah Putih sepanjang 500 meter.

Karena itu, sejumlah pertanyaan masih perlu dijawab: apakah bendera yang terlihat dalam dokumentasi media sosial benar berada di lokasi pada 17 Agustus, kapan dokumentasi tersebut dibuat, kapan bendera diturunkan, dan apakah peristiwa itu terjadi sebelum atau sesudah rombongan Pangdam tiba di Aboru?

Konfirmasi dari aparat kepolisian, pemerintah daerah, warga yang berada di lokasi, serta pihak yang mengunggah dokumentasi menjadi penting untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut.

Yang juga perlu dipastikan adalah apakah seluruh dokumentasi yang beredar memang berasal dari 17 Agustus 2026 atau terdapat materi lama yang kembali disebarkan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kodam XV/Pattimura, kunjungan Pangdam dan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Negeri Aboru berlangsung aman dan kondusif.

error: Content is protected !!