Dua Kebakaran Terjadi di Ambon, Damkar Kerahkan Lima Mobil Pemadam

12/08/2026
Petugas Damkar sedang melakukan pemadaman api yang menghanguskan rumah warga di Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Foto: Damkar Ambon.

Ambon, — Dua peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kota Ambon, Maluku, pada Selasa (11/8/2026). Kebakaran masing-masing melanda sebuah rumah di kawasan Passo dan lahan berhutan di kawasan STAIN/Kahena.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, mengatakan kebakaran rumah terjadi di kawasan Passo, tepatnya di samping Asrama Brimob, RT 38/RW 004.

“Laporan kami terima sekitar pukul 16.10 WIT dan petugas tiba di lokasi pukul 16.15 WIT,” kata Alfredo dalam laporannya, Selasa malam.

Menurut Alfredo, kebakaran rumah tersebut diduga dipicu oleh arus pendek listrik.

Untuk menangani kebakaran, Damkar Kota Ambon mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Mako dan satu unit dari Pos Passo. Sebanyak 17 personel dari Pos Mako dan lima personel dari Pos Passo diterjunkan ke lokasi.

Penanganan berlangsung hingga situasi dinyatakan aman pada pukul 18.30 WIT. Setelah itu, sebagian personel bergerak menuju lokasi kebakaran lainnya di kawasan STAIN/Kahena.

“Setelah situasi dinyatakan aman, anggota bergerak ke lokasi kebakaran hutan di STAIN,” ujar Alfredo.

Kobaran api menghanguskan hutan di kawasan Api Membakar Lahan di STAIN/Kahena, Sirimau, Kota Ambon, Foto: Damkar Ambon

Api Membakar Lahan di STAIN/Kahena

Kebakaran kedua terjadi di kawasan STAIN/Kahena, RT 001/RW 017. Laporan diterima petugas sekitar pukul 18.10 WIT dan personel tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIT.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Kota Ambon mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Mako dengan kekuatan 17 personel.

Sebelum petugas tiba, masyarakat sekitar telah berupaya memadamkan api agar tidak meluas.

“Untuk kebakaran hutan, sebelumnya masyarakat sekitar sudah membantu memadamkan api,” kata Alfredo.

Setelah dilakukan penanganan, kondisi di lokasi dinyatakan aman sekitar pukul 21.00 WIT. Personel kemudian kembali ke Mako.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat kedua peristiwa kebakaran tersebut.

Alfredo mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian kebakaran kepada petugas sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

 

BMKG Ingatkan Potensi Kebakaran di Maluku

Dua kebakaran yang terjadi dalam rentang beberapa jam di Kota Ambon tersebut berlangsung ketika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon telah mengeluarkan informasi mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan di Maluku.

Dalam dokumen Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) yang dirilis pada Selasa, 11 Agustus 2026, BMKG mencatat tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di Maluku berada dalam kategori Aman (Low) hingga Sangat Mudah (Very High).

Pada lapisan menengah permukaan tanah, tingkat kemudahan terbakar berada pada kategori Tidak Mudah (Moderate) hingga Sangat Mudah (Very High). Kondisi ini menggambarkan meningkatnya potensi bahan organik dan material ringan di permukaan menjadi bahan bakar apabila terdapat sumber api.

BMKG juga mencatat potensi penyebaran api apabila kebakaran terjadi berada pada kategori Sedang (Moderate) hingga Sangat Tinggi (Very High). Indikator Initial Spread Index (ISI) tersebut antara lain sangat dipengaruhi oleh kecepatan angin.

Sementara indeks Fire Weather Index (FWI), yang menggambarkan potensi intensitas api jika terjadi kebakaran, berada pada kategori Sedang hingga Sangat Tinggi.

Namun, peringatan tersebut tidak berarti seluruh wilayah Maluku sedang mengalami kebakaran. Produk SPARTAN merupakan sistem peringatan dini berbasis kondisi cuaca dan model prakiraan yang digunakan sebagai referensi mitigasi potensi karhutla. BMKG juga mengingatkan agar informasi tersebut dibaca bersama perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini.

Informasi BMKG tersebut menjadi penting bagi masyarakat Kota Ambon karena dua kebakaran terjadi pada hari yang sama dengan diterbitkannya peringatan potensi karhutla tersebut.

Warga Diminta Waspada

Kondisi vegetasi yang kering, terutama pada musim kemarau, dapat meningkatkan risiko kebakaran ketika terdapat sumber api. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama ketika angin bertiup cukup kencang.

Sumber api juga sebaiknya tidak ditinggalkan tanpa pengawasan. Puntung rokok, pembakaran sampah, maupun aktivitas lain yang menghasilkan api dapat menjadi sumber penyulut ketika berada di sekitar semak, rumput, daun kering dan material mudah terbakar.

Kewaspadaan juga penting bagi warga yang tinggal berdekatan dengan kawasan perbukitan, lahan terbuka, semak belukar maupun kawasan berhutan.

Masyarakat yang melihat asap atau titik api diminta segera melaporkannya kepada Damkar, BPBD, pemerintah desa/negeri, kelurahan atau aparat terkait agar api dapat ditangani sebelum meluas.

Dua kebakaran di Ambon pada Selasa itu menunjukkan bahwa kewaspadaan tidak bisa menunggu api membesar. Ketika kondisi lingkungan semakin kering dan potensi penyebaran api meningkat, pencegahan menjadi langkah pertama untuk mencegah kebakaran kecil berubah menjadi bencana yang lebih luas.

error: Content is protected !!