Ambon, — Tumpukan sampah rumah tangga terlihat berserakan di sepanjang ruas jalan menuju Dusun Kampung Baru hingga Dusun Air Manis, Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
Berdasarkan pantauan Titastory.id, Sabtu (12/7/2026), sampah plastik, botol minuman, kemasan makanan, hingga limbah rumah tangga tampak menumpuk di sejumlah titik di bahu jalan. Sebagian bahkan meluber hingga mendekati badan jalan sehingga mengganggu pemandangan kawasan yang dikenal sebagai pintu masuk menuju sejumlah resort dan lokasi wisata selam di Desa Laha.
Kondisi tersebut kontras dengan status Desa Laha yang selama ini dikenal sebagai salah satu desa wisata di Kota Ambon.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial AD mengatakan persoalan sampah mulai terjadi sejak layanan pengangkutan sampah desa tidak lagi berjalan secara rutin.

“Sekarang tempat sampah yang digunakan warga hanya satu. Padahal jumlah penduduk cukup banyak. Sampah akhirnya menumpuk karena tidak terangkut,” kata AD kepada Titastory.id.
Menurut dia, sebelumnya pemerintah desa memiliki armada pengangkut sampah berupa kendaraan roda tiga (tossa) yang digunakan untuk mengangkut sampah dari permukiman warga.
Namun, belakangan armada tersebut tidak lagi beroperasi secara rutin sehingga warga kesulitan membuang sampah pada tempat yang semestinya.
Akibatnya, sejumlah titik di sepanjang jalan menuju kawasan permukiman dan objek wisata dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga.
Selain mengganggu kebersihan lingkungan, warga juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat serta citra Desa Laha sebagai destinasi wisata.
Warga berharap Pemerintah Desa Laha bersama Pemerintah Kota Ambon segera mengambil langkah penanganan agar persoalan sampah tidak terus berlarut.
Sementara itu, beredar pula informasi di tengah masyarakat mengenai dugaan armada pengangkut sampah desa yang tidak lagi digunakan sesuai fungsinya. Namun, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
Titastory.id telah berupaya menghubungi Kepala Desa Laha, Yasir Mewar, untuk meminta tanggapan mengenai kondisi tersebut, termasuk terkait layanan pengangkutan sampah dan pengelolaan armada desa. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan.
Penulis: Christin Pesiwarissa