Maluku Tengah, — Harapan warga Desa Wailoping, Kecamatan Seti, Kabupaten Maluku Tengah, untuk menikmati jalan beraspal kembali tertunda. Proyek peningkatan jalan senilai Rp13,36 miliar yang mulai dikerjakan pada akhir 2025 kini terhenti di tengah jalan. Akibatnya, ruas jalan utama desa berubah menjadi hamparan tanah berdebu yang mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan.
Setiap kali kendaraan melintas, kepulan debu menyelimuti permukiman di sepanjang jalan. Bagi warga yang tinggal di tepi ruas tersebut, kondisi ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Harianto (40), salah seorang warga, mengatakan kondisi jalan saat ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kalau kendaraan lewat, debunya sangat tebal. Kami yang tinggal di pinggir jalan paling merasakan dampaknya. Anak-anak, orang tua, semua harus menghirup debu setiap hari,” katanya kepada Titastory.id.
Menurut Harianto, sebagian pengendara bahkan memilih menggunakan jalur alternatif untuk menghindari debu yang beterbangan.
Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut mulai dikerjakan sejak Desember 2025. Jalan telah ditimbun, namun hingga kini hanya sekitar 400 meter yang selesai diaspal.
“Kami tidak tahu kendalanya apa. Pekerjaan sempat berjalan, lalu berhenti begitu saja. Padahal waktu pelaksanaan terus berjalan,” ujarnya.
Kekecewaan serupa disampaikan Yani, warga lainnya. Ia mengaku masyarakat Desa Wailoping telah menunggu hampir sepuluh tahun agar jalan utama desa mendapat perhatian pemerintah.
Menurutnya, ketika pembangunan akhirnya dimulai, pekerjaan justru tidak kunjung diselesaikan.
“Sudah hampir sepuluh tahun kami menunggu jalan ini diperbaiki. Sekarang, ketika mulai dikerjakan, malah berhenti. Alasannya, katanya, material habis. Tapi kami melihat proyek di tempat lain tetap berjalan,” katanya.
Yani mempertanyakan prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Ia menilai masih banyak ruas jalan yang kondisinya relatif baik justru kembali diaspal, sementara desa yang benar-benar membutuhkan belum memperoleh akses jalan yang layak.
“Kalau anggarannya terbatas, mestinya diprioritaskan untuk jalan yang memang rusak. Jangan jalan yang masih bagus diaspal lagi, sementara desa kami masih berkubang debu,” ujarnya.
Nilai Kontrak Capai Rp13,36 Miliar
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, proyek peningkatan jalan Desa Wailoping dikerjakan oleh CV Citra Mandiri Perkasa dengan sumber pendanaan dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
Nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp13.369.301.000 dengan masa pelaksanaan selama 300 hari kalender, terhitung sejak 17 Desember 2025.
Dengan waktu pelaksanaan yang terus berjalan, masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap progres pekerjaan serta memastikan proyek dapat diselesaikan sesuai kontrak.
Bagi warga Wailoping, jalan yang layak bukan sekadar infrastruktur, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kualitas hidup sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, titastory.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kontraktor maupun instansi pelaksana proyek terkait penyebab terhentinya pekerjaan dan target penyelesaiannya.