Bentrok Susulan Pecah di Huamual, Warga Olas Dibacok, Massa Bakar Mobil Dinas Polisi

by
06/06/2026
Caption: Konflik antar warga berujung pada pembakaran kendaraan dinas milik kepolisian, Foto: Ist

Pembacokan Petani Picu Bentrokan Antarwarga di Huamual

Seram Bagian Barat, – Bentrokan antarwarga kembali pecah di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Sabtu, 6 Juni 2026. Konflik yang melibatkan warga Dusun Olas dan Dusun Katapang, Desa Lokki, mengakibatkan sedikitnya tiga orang terluka serta berujung pada pembakaran kendaraan dinas milik kepolisian.

Peristiwa tersebut merupakan rangkaian dari ketegangan yang telah berlangsung sejak Jumat malam, 5 Juni 2026. Situasi kembali memanas setelah seorang warga Dusun Olas menjadi korban pembacokan saat hendak menuju kebun.

Korban diketahui bernama La Ilham Rumbia, 49 tahun, seorang petani asal Dusun Olas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 09.40 WIT, korban dalam perjalanan menjemput ayahnya di kebun ketika diduga dihadang oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor dan diduga berasal dari Dusun Katapang.

Caption: Kobaran api yang menghanguskan kendaraan dinas milik Polri, Foto: Ist

Kedua pelaku kemudian mengejar korban dan mengayunkan senjata tajam beberapa kali. Salah satu tebasan mengenai bagian pipi kiri korban.

Meski mengalami luka, korban berhasil menyelamatkan diri dan berlari menuju Dusun Olas untuk meminta pertolongan warga. Ia sempat dibawa ke Puskesmas Tanah Goyang, namun karena tidak ada pelayanan kesehatan pada hari itu, korban kemudian dipulangkan dan mendapat penanganan dari tenaga kesehatan setempat.

Kabar pembacokan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kemarahan warga Dusun Olas. Sekitar pukul 09.55 WIT, puluhan warga mulai berkumpul di ujung kampung dengan membawa berbagai jenis senjata tajam.

Situasi semakin tegang ketika massa melakukan pemblokiran Jalan Trans Seram sekitar pukul 10.15 WIT menggunakan batang kayu, ranting pohon, dan batu.

Ketegangan mencapai puncaknya saat massa dari Dusun Katapang bergerak menuju wilayah Dusun Olas sekitar pukul 11.35 WIT. Namun upaya memasuki wilayah tersebut berhasil dicegah aparat gabungan TNI dan Polri yang telah bersiaga di lokasi.

Meski demikian, sekitar pukul 12.15 WIT, massa melakukan aksi pembakaran terhadap kendaraan dinas kepolisian yang berada di lokasi pengamanan.

Kapolsek Huamual, Iptu Luken Soplanit, membenarkan adanya aksi pembakaran tersebut.

“Mobil dinas dan satu unit sepeda motor merek Kawasaki milik Bhabinkamtibmas ikut dibakar,” kata Luken kepada wartawan, Sabtu.

Menurut dia, aparat keamanan segera melakukan langkah-langkah pengamanan untuk mencegah bentrokan meluas. Sekitar 100 personel gabungan dari Polsek Huamual, Polres Seram Bagian Barat, Brimob Polda Maluku, dan TNI diterjunkan ke lokasi konflik.

“Sekitar 100 personel saat ini disiagakan di perbatasan kedua dusun. Untuk korban luka-luka tercatat tiga orang,” ujarnya.

Pengamanan semakin diperkuat setelah satu pleton personel Brimob dari Kompi Brimob Piru tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIT. Aparat kemudian melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat dusun untuk meredam ketegangan.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 13.45 WIT, massa dari kedua kelompok mulai membubarkan diri dan kembali ke wilayah masing-masing.

Selain La Ilham Rumbia, dua korban luka lainnya yang telah teridentifikasi masing-masing bernama Yasril Awad, 31 tahun, dan Hairudin Ulatte, 44 tahun.

Polisi menduga konflik dipicu oleh persoalan dugaan pelecehan terhadap seorang warga yang hingga kini belum menemukan penyelesaian. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi bentrokan terbuka antarwarga.

Akibat insiden tersebut, satu unit mobil dinas milik Kabag Ops Polres Seram Bagian Barat dan satu unit sepeda motor dinas milik Bhabinkamtibmas hangus terbakar. Selain itu, sekitar 10 pohon anakan cengkih milik warga Dusun Olas dilaporkan ditebang.

Konflik terbaru ini menambah daftar ketegangan sosial yang dalam beberapa waktu terakhir kerap terjadi di wilayah Huamual. Sebelumnya, bentrokan juga sempat terjadi antara warga Dusun Ani dan Dusun Pawae di Desa Lokki, serta konflik antara warga Dusun Tanah Goyang dan Desa Ariate.

Hingga Sabtu sore, aparat keamanan masih melakukan penjagaan ketat di lokasi konflik guna mencegah bentrokan susulan. Polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembacokan yang diduga menjadi pemicu utama pecahnya bentrokan terbaru tersebut.

 

error: Content is protected !!