Merauke — Polemik seputar kemunculan Yasinta Moyuwen di Jakarta terus berkembang. Setelah sebelumnya keluarga mengaku kehilangan kontak dengan perempuan adat asal Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke itu, kini muncul pengakuan baru yang beredar luas di media sosial.
Keterangan tersebut disampaikan oleh seseorang yang mengaku sebagai anak angkat Yasinta Moyuwen.
Dalam pernyataannya yang beredar di berbagai platform media sosial, ia mengklaim menerima cerita langsung dari Yasinta melalui sambungan telepon dan video call beberapa waktu lalu.
Karena alasan keamanan keluarga, identitas lengkap pemberi keterangan tidak dipublikasikan.
Dalam keterangannya, ia mengaku memiliki hubungan dekat dengan Yasinta sejak kecil dan selama bertahun-tahun tinggal bersama perempuan yang akrab dipanggil Mama Yosinta itu.
“Saya menganggap Mama Yosinta sebagai ibu saya sendiri karena beliau yang membantu membiayai pendidikan saya sejak sekolah,” tulisnya.

Menurut pengakuannya, ketika berada di Jakarta beberapa pekan terakhir, ia menerima telepon dari Yasinta yang menceritakan adanya pertemuan dengan sejumlah pihak di kampung.
Dalam percakapan tersebut, Yasinta disebut mengaku didatangi oleh sejumlah orang yang terdiri dari aparat keamanan dan pihak lain yang tidak dikenalnya.
Anak angkat Yasinta mengklaim bahwa dalam percakapan tersebut, Yasinta menyampaikan bahwa dirinya merasa berada dalam tekanan dan tidak bebas menyampaikan pandangannya kepada publik.
Ia juga mengaku diminta oleh Yasinta untuk tidak banyak berbicara kepada media maupun pihak luar mengenai situasi yang sedang dihadapinya.
“Anak, sekarang mama tidak bisa bicara bebas. Anak juga jangan bicara ke media atau ke siapa pun,” demikian pengakuan yang diklaim disampaikan Yasinta dalam percakapan tersebut.
Pernyataan itu kemudian memunculkan kekhawatiran di kalangan keluarga dan kerabat dekat Yasinta.
Pihak keluarga mengaku memiliki rekaman percakapan telepon dan video call yang menurut mereka dapat menjelaskan situasi yang sedang dialami Yasinta. Namun, hingga kini rekaman tersebut belum dipublikasikan ke ruang publik.
Mereka beralasan masih mempertimbangkan aspek keamanan keluarga yang berada di Papua.
“Kami merasa berada dalam tekanan dan membutuhkan pendampingan hukum,” tulis pernyataan yang beredar tersebut.

Munculnya pengakuan baru ini semakin menambah pertanyaan publik mengenai proses keberangkatan Yasinta Moyuwen hingga berada di Jakarta serta perubahan sikap politik yang disampaikannya di hadapan publik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Yasinta Moyuwen, aparat keamanan, pemerintah setempat, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam klaim tersebut.
Karena itu, seluruh informasi yang beredar saat ini masih merupakan pengakuan keluarga dan pihak yang mengaku memiliki hubungan dekat dengan Yasinta, sehingga memerlukan verifikasi lebih lanjut dari semua pihak terkait.
Kasus Yasinta Moyuwen mencuat di tengah perdebatan yang semakin tajam mengenai Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan dan film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat suara masyarakat adat terkait perubahan besar yang sedang berlangsung di wilayah mereka.