Peringatan HUT RMS Diwarnai Pengibaran Bendera di Sejumlah Titik di Maluku

by
26/04/2026
Sejumlah bendera RMS "Benang Raja" terlihat berkibar di sejumlah lokasi di Maluku. Sumber Foto: Dokumen Warga di Sosal Media

Maluku, — Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Maluku Selatan (RMS) pada 25 April 2026 kembali diwarnai dengan pengibaran bendera RMS di sejumlah titik di wilayah Maluku. Aksi tersebut dilaporkan terjadi sejak pagi hari di beberapa lokasi, termasuk Kota Ambon, Pulau Haruku, serta wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Rekaman pengibaran bendera beredar luas melalui media sosial dan menjadi perhatian publik. Di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, bendera RMS tampak dikibarkan di berbagai lokasi, mulai dari atas pohon, rumah warga, hingga kawasan pesisir pantai.

Bendera RMS yang dikibarkan di sekitar lokasi Jembatan Salele, Negeri Aboru. Kredit foto: Akun facebook @SalelePungKisah

Selain itu, simbol yang dikenal sebagai “Benang Raja” juga dilaporkan muncul di Negeri Kariuw. Simbol tersebut dipasang pada bambu dan diikat di atas pohon agar terlihat mencolok dari kejauhan.

Di Kota Ambon, pengibaran bendera RMS turut terjadi di sejumlah titik, termasuk di kawasan pusat kota. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah lingkungan Sekolah Yayasan Al-Hilal di Jalan Anthony Rebok, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau. Video yang memperlihatkan bendera berkibar di lokasi tersebut tersebar di berbagai platform media sosial.

Laporan serupa juga muncul dari kawasan Mangga Dua di Ambon serta sejumlah titik di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Peringatan HUT RMS ke-76 dirayakan dengan pengibatan bendera “Benang Raja” di Negeri Aboru, Pulau Haruku, 25 April 2026. Sumber: Istimewa

Pengamanan Diperketat

Di tengah meningkatnya aktivitas simbolik tersebut, aparat keamanan memperketat pengamanan, khususnya di wilayah yang dianggap rawan. Di Negeri Aboru, kehadiran aparat dilaporkan telah terlihat sejak sehari sebelum peringatan, yakni pada 24 April 2026.

Namun demikian, pengibaran bendera tetap terjadi di sejumlah titik, termasuk di Dusun Naira. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pengawasan ditingkatkan, aksi simbolik masih berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait rangkaian pengibaran bendera tersebut.

Di sisi lain, aktivitas masyarakat di Ambon dan sekitarnya tetap berjalan seperti biasa. Pasar tetap beroperasi, sekolah berlangsung, dan mobilitas warga tidak menunjukkan gangguan signifikan.

error: Content is protected !!