Wetar Utara, – Seorang warga Desa Lurang, Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), James Ricard Makalen (17), diterkam buaya saat mandi di sungai pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 18.15 WIT. Korban ditemukan tidak bernyawa pada Rabu (7/1/2026) pukul 18.55 WIT setelah pencarian intensif dilakukan oleh warga dan aparat keamanan.
Menurut laporan Kapolsek Wetar, IPTU Giovani B.M. Toffy, korban diterkam buaya saat mandi di sungai sendirian. Saksi mata, Dortenci Silimela (43) dan Teroci Maulekik (33) yang sedang mencuci pakaian didekat sungai, melihat korban diterkam dan ditarik ke tepi sungai, langsung berteriak meminta tolong.
“Korban sedang mandi di sungai, kemudian buaya itu menerkamnya dan menariknya ke tepi sungai. Kami berteriak meminta tolong, tapi buaya itu langsung menarik korban ke dalam air,” kata, Dortenci Silimela.

Warga dan aparat keamanan segera melakukan pencarian, namun korban baru ditemukan pada hari berikutnya. Pihak kepolisian, TNI, dan warga masyarakat melakukan pencarian dengan menggunakan perahu dan melakukan penyetruman ke dalam air untuk mencari buaya tersebut.
“Pada hari Rabu (7/1/2026), kami melakukan pencarian dengan menggunakan perahu dan melakukan penyetruman ke dalam air. Kami juga meminta bantuan dari perusahaan BTR dan PT. SSS untuk mengeruk air sungai dan menutup jalur air,” kata IPTU Giovani B.M. Toffy.
Korban ditemukan tidak bernyawa pukul 18.55 WIT di sekitar TKP awal. Buaya yang menerkam korban berhasil ditemukan dan dibunuh oleh warga dan anggota Brimob pada pukul 20.00 WIT. Buaya tersebut memiliki panjang sekitar 5 meter.
“Kami berhasil menemukan buaya itu dan membunuhnya dengan cara ditombak dan ditembak. Kami juga melakukan evakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Lurang untuk dilakukan penanganan medis,” kata IPTU Giovani B.M. Toffy.

Keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan murni dan menolak untuk dilakukan visum et repertum. Korban disemayamkan pada Kamis (8/1/2026).
“Ini adalah kejadian yang sangat tragis. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan,” kata seorang warga Desa Lurang.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut dan memastikan keselamatan warga masyarakat di sekitar sungai
