Yahukimo, —Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pasukan bersenjata menembaki sebuah pesawat di kawasan hutan pegunungan Dekai, Yahukimo. Kelompok yang mengklaim sebagai TPNPB menyebut peristiwa itu terkait rencana kunjungan Wakil Presiden, namun kebenaran klaim tersebut belum dapat diverifikasi.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok pasukan bersenjata melepaskan tembakan ke arah sebuah pesawat di kawasan hutan pegunungan Dekai, Yahukimo, pada 13–14 Januari 2026. Kelompok tersebut mengklaim sebagai pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan menyatakan pesawat itu diduga terkait dengan rencana kunjungan Gibran Rakabuming Raka. Hingga kini, belum ada konfirmasi apakah pesawat dalam video tersebut benar ditumpangi Wapres atau rombongan resmi.
Klaim itu disampaikan Sebby Sambom, juru bicara TPNPB-OPM, melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Rabu (14/1/2026). Sebby menyebut, berdasarkan laporan dari unsur TPNPB Kodap XVI Yahukimo, kelompoknya mengaitkan peristiwa tersebut dengan rencana kunjungan kerja Wapres ke wilayah itu yang disebut dibatalkan.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga menyampaikan ancaman terhadap pejabat negara apabila memasuki wilayah yang mereka sebut sebagai zona konflik bersenjata. Redaksi menegaskan, pernyataan tersebut adalah klaim sepihak TPNPBdan bukan fakta yang telah diverifikasi.
TPNPB melalui pernyataan yang sama menuding bahwa agenda kunjungan pejabat negara ke Papua berorientasi investasi dan dinilai mengabaikan hak masyarakat adat. Mereka mengaitkan tudingan tersebut dengan isu sumber daya alam di Yahukimo dan wilayah sekitarnya. Klaim itu kembali disampaikan tanpa bukti yang dapat diverifikasi secara independen.
TPNPB juga menyatakan konflik bersenjata di Papua, menurut versi mereka, belum terselesaikan secara politik dan meminta keterlibatan lembaga internasional. Redaksi belum memperoleh tanggapan resmi dari pemerintah pusat maupun otoritas keamanan terkait video dan klaim TPNPB tersebut hingga berita ini diturunkan.
Catatan Redaksi
– Video dan seluruh pernyataan di atas bersumber dari klaim TPNPB.
– Asas praduga tak bersalah dijunjung; tidak ada verifikasi independen yang memastikan identitas pesawat, penumpang, atau rangkaian peristiwa sebagaimana diklaim.
– Redaksi tidak menyiarkan ulang ancaman secara detail dan tidak mengafirmasi klaim kekerasan.
