Dekai, Yahukimo, — Sebuah bangunan sekolah dasar di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dilaporkan terbakar pada Selasa malam, 7 Januari 2026. Gedung Sekolah Dasar YPK Metanoia itu hangus sekitar pukul 21.15 WIT. Hingga kini, aparat keamanan belum merilis keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Sebby Sambom, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), menyatakan kelompoknya mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran sekolah tersebut. Pernyataan itu disampaikan atas nama Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Menurut Sebby Sambom, laporan internal itu bersumber dari Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigadir Jenderal Elkius Kobak, bersama wakilnya Mayor Kopitua Heluka. Dalam klaim tersebut disebutkan bahwa pembakaran dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang terdiri dari sejumlah satuan, atas perintah komandan masing-masing.

Sebby menyebutkan, alasan pembakaran sekolah itu, menurut versi TPNPB, berkaitan dengan dugaan bahwa bangunan tersebut sebelumnya pernah digunakan sebagai tempat singgah aparat militer Indonesia. Ia mengatakan tindakan tersebut dimaksudkan sebagai “peringatan” agar aktivitas militer tidak dilakukan di fasilitas pendidikan.
“Sekolah yang pernah dijadikan tempat singgah aparat militer di Dekai kami bakar sebagai peringatan keras agar aktivitas militer dihentikan di sekolah-sekolah,” kata Sebby dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga menyatakan bahwa sebelum peristiwa pembakaran, pasukan TPNPB melakukan prosesi pemakaman salah satu anggotanya yang disebut tewas sebelumnya. Setelah prosesi tersebut, klaimnya, pasukan melakukan operasi namun tidak menemukan aparat keamanan di lokasi.
Sebby Sambom menegaskan bahwa TPNPB meminta aparat keamanan tidak melakukan penangkapan atau tindakan represif terhadap warga sipil pasca-peristiwa tersebut. Pernyataan itu juga diiringi tantangan terbuka kepada aparat untuk menghadapi langsung kelompoknya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari TNI maupun Kepolisian terkait dugaan penggunaan sekolah sebagai tempat singgah aparat, maupun klaim tanggung jawab atas pembakaran tersebut. Redaksi Titastory masih berupaya meminta tanggapan dari pihak berwenang.
Catatan Redaksi
Seluruh pernyataan mengenai pelaku, motif, dan kronologi berasal dari satu sumber, yakni juru bicara TPNPB-OPM.
Informasi ini belum diverifikasi secara independen oleh otoritas negara.
Penulisan ini mengedepankan asas praduga tak bersalah dan prinsip keberimbangan.
