Sampah Meluber ke Jalan di Negeri Suli, Pemkab Maluku Tengah Dinilai Tutup Mata

07/01/2026
Keterangan gambar: Tumpukan sampah yang tidak terurus di Kawasan Negeri Suli, Salahuttu, Maluku Tengah, Foto: Ist

Ambon, — Penumpukan sampah di Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, kian mengkhawatirkan. Limbah rumah tangga yang tidak terangkut kini meluber hingga ke badan jalan, menebar bau menyengat dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Kondisi paling parah terpantau di kawasan Dusun Jembatan 2. Tumpukan sampah nyaris menutup sebagian ruas jalan utama—jalur aktif yang setiap hari dilalui kendaraan menuju Kota Ambon. Pada malam hari, penyempitan badan jalan akibat sampah berisiko memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

 

Fasilitas Sampah Tak Tersedia

Aktivis lingkungan Risalah Namakule menilai persoalan ini bukan semata soal perilaku warga, melainkan kegagalan pemerintah daerah menyediakan infrastruktur dasar persampahan.

“Ini persoalan mendesak. Warga bingung membuang sampah ke mana karena tidak ada bak penampungan yang disediakan pemerintah. Akhirnya, pinggir jalan dijadikan tempat pembuangan terakhir,” kata Risalah kepada titastory.id, Selasa (6/1/2026).

Menurut dia, absennya fasilitas bak sampah dan armada pengangkut membuat persoalan sampah di Suli berulang tanpa solusi jangka panjang. “Ini bukan kejadian sehari dua hari. Sudah lama, tapi dibiarkan,” ujarnya.

Keterangan:  Foto- Risalah Namakule

Hak Lingkungan Sehat Terabaikan

Risalah menegaskan, pembiaran sampah yang menumpuk melanggar prinsip perlindungan lingkungan hidup sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Negara—termasuk pemerintah daerah—wajib menjamin hak warga atas lingkungan yang bersih dan sehat.

Ia juga menyentil sikap pejabat Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang kerap melintasi jalur Suli menuju Ambon, namun dinilai menutup mata terhadap kondisi di lapangan.

“Jalur ini setiap hari dilewati pejabat. Tapi seolah tidak ada yang melihat. Kalau Penjabat Bupati Maluku Tengah tidak mampu menyelesaikan masalah sampah, apakah warga harus mencari bantuan ke pihak lain?” katanya.

 

Ancaman Kesehatan dan Keselamatan

Penumpukan sampah tidak hanya berdampak pada estetika wilayah. Warga mengkhawatirkan risiko kesehatan akibat lalat, bau busuk, dan potensi penyakit berbasis lingkungan. Selain itu, penyempitan bahu jalan akibat sampah meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kondisi ini juga merusak citra wilayah. Jalur Suli merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah kawasan di Maluku Tengah dengan ibu kota provinsi. Pemandangan tumpukan sampah di tepi jalan mencerminkan buruknya tata kelola persampahan daerah.

Hingga kini, warga masih menanti langkah konkret dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah—mulai dari pengangkutan rutin, penyediaan armada, hingga penempatan bak sampah permanen di titik-titik strategis.

 

error: Content is protected !!