Ratusan Prajurit TNI Masuk Aru, Bupati Ingatkan: Hormati Adat, Jangan Lukai Rakyat

20/03/2026
Caption: Forkopimda menerima 542 Personel Yonif 912 Satria Jargaria.. Foto:Ist

Dobo, Kepulauan Aru, — Sebanyak 542 prajurit TNI yang tergabung dalam Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 912/Satria Jargaria tiba di Kepulauan Aru, Maluku, Kamis (19/3/2026). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pelabuhan Yos Sudarso, Dobo.

Dalam momentum tersebut, Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menekankan pentingnya kehadiran prajurit yang tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat serta menghormati nilai-nilai adat setempat.

“Prajurit harus menyatu dengan rakyat dan menghormati adat-istiadat setempat. Jangan sampai menyakiti hati masyarakat, tetapi justru menjadi bagian dari solusi dan pembangunan daerah,” ujar Kaidel dalam sambutannya.

Caption: Prajurit TNI stelah turun dari KM PELNI Sabuk Nusantara. Kamis (19/3/2026). Foto: Ist

TNI Didorong Jadi Motor Pembangunan Desa

Yonif TP 912/Satria Jargaria merupakan bagian dari konsep Batalyon Teritorial Pembangunan yang digagas pemerintah pusat, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas peran TNI dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk ketahanan pangan.

Para prajurit yang mayoritas merupakan personel baru ini diharapkan tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan di desa-desa.

Bupati Kaidel menegaskan bahwa prajurit diharapkan berkontribusi nyata dalam sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Mereka harus bisa menjadi kontributor ekonomi lokal, bekerja sama dengan pemerintah hingga ke tingkat desa, termasuk dalam pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

 

Fokus Awal: Konsolidasi Internal

Komandan Batalyon TP 912/Satria Jargaria, Letkol Inf. Desta Dwihartanto menyampaikan bahwa seluruh personel yang tiba berjumlah 542 orang dan kemungkinan akan bertambah pada akhir tahun.

“Kami hadir untuk mendukung program pemerintah daerah. Fokus kami ke depan adalah membantu percepatan pembangunan wilayah, khususnya di desa-desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam tahap awal, pihaknya akan melakukan penguatan internal sebelum seluruh personel diterjunkan langsung ke lapangan.

“Langkah awal kami adalah konsolidasi dan penguatan internal, agar saat turun ke masyarakat, kami benar-benar siap menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus menjaga kedaulatan wilayah,” kata Desta.

Kehadiran ratusan prajurit ini menandai pendekatan baru peran TNI di daerah yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Namun, pesan Bupati Aru menjadi penekanan penting: keberhasilan misi tersebut sangat bergantung pada kemampuan prajurit untuk membangun kepercayaan dengan masyarakat lokal, terutama dalam konteks wilayah yang kuat dengan nilai adat dan budaya.

error: Content is protected !!