Ambon, — Sebanyak 17 penumpang longboat berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di perairan Tanjung Serbat, Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (26/1/2026). Insiden ini kembali menyoroti kerentanan transportasi laut rakyat di wilayah kepulauan Maluku.
Longboat tersebut diketahui bertolak dari Pulau Kei Besar menuju Pulau Kei Kecil. Namun, saat melintas di sekitar perairan Tanjung Serbat, mesin kapal mengalami kerusakan total sehingga longboat kehilangan daya dorong dan terombang-ambing di laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa laporan kondisi darurat diterima oleh Pos SAR Tual pada pukul 15.05 WIT. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue langsung dikerahkan pada pukul 15.20 WIT menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).
“Setelah tiba di lokasi sekitar pukul 15.45 WIT, tim menemukan longboat beserta seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Proses evakuasi langsung dilakukan dan seluruh korban dibawa ke Kota Tual,” kata Arafah dalam keterangan resminya.
Lokasi kejadian berada sekitar 8,6 nautical mile dengan heading 22,86 derajat arah timur laut dari Pos SAR Tual. Berkat respons cepat dan koordinasi lintas unsur, seluruh penumpang berhasil dievakuasi hanya dalam waktu sekitar 25 menit sejak tim bergerak ke lokasi.
Arafah menambahkan, usai dievakuasi, para penumpang langsung diserahkan kepada keluarga masing-masing dan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Operasi penyelamatan melibatkan unsur SAR gabungan yang bekerja secara terpadu untuk memastikan keselamatan penumpang di tengah kondisi perairan terbuka. Meski insiden berhasil ditangani tanpa korban, pihak SAR mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan pelayaran.

“Kami mengimbau agar setiap pelayaran, terutama menggunakan armada rakyat seperti longboat, memastikan kondisi mesin dalam keadaan layak serta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berangkat,” ujar Arafah.
Wilayah Maluku yang didominasi perairan dan pulau-pulau kecil masih sangat bergantung pada transportasi laut sebagai jalur utama mobilitas warga. Insiden mati mesin seperti ini dinilai menjadi pengingat pentingnya pengawasan teknis armada laut rakyat serta dukungan keselamatan pelayaran yang lebih memadai di kawasan kepulauan
Penulis: Christin Pesiwarissa
