Kepsek SMKN 6 Halsel Diduga Gelapkan Beasiswa PIP dan Malas Berkantor

by
12/02/2025
Siswa SMKN 6 Halsel palang pintu sekolah buntut diduga kepala sekolah gelapkan anggaran beasiswa PIP dan malas berkantor. Foto: ist.

titastory, Halsel – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Halmahera Selatan didemo siswa, pada Rabu (12/2/2025), lantaran diduga gelapkan anggaran beasiswa Indonesia pintar atau PIP. Siswa juga desak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara (Malut) mencopot kepsek tersebut karena tak pernah berkantor sejak tahun lalu.

Informasi yang dihimpun Titastory.id, beasiswa PIP milik 23 siswa yang diurus oleh Nadar Hi. Azis, sebagai Kepsek SMKN 6 Halsel, sejak November 2024 itu, belum disalurkan ke siswa, meski pencairan telah dilakukan sejak Desember 2024.

Mereka menyebut tidak ada kejelasan pencairan dari sekolah sampai saat ini, padahal sebelumnya kepsek meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) para siswa dan telah membuat buku rekening. Sehingga sampai Februari ini pencairan beasiswa mulai tak jelas.

“Kami minta kepsek memperjelas beasiswa PIP yang sudah diurus pencairannya sejak November 2024 lalu, sebab uangnya belum disalurkan. Padahal kami berharap segera diberikan,” jelas salah satu siswa yang enggan namanya disebut kepada reporter titastory, Rabu (12/2/2025).

Ia mengaku selain menuntut kepsek memperjelas beasiswa PIP, aksi yang dilangsungkan bagian dari respon siswa terhadap kepsek yang malas berkantor (masuk sekolah, red). Karena sejak 2024 sampai saat ini kepsek tidak menginjakkan kaki di sekolah.

“Kepsek ini datang ke kantor terakhir Agustus, bahkan saat kami ujian pun hanya didampingi para guru. Kepsek justru berdiam diri di Ternate,” terang siswa kelas XII ini.

Siswa SMKN 6 Halsel demo di pelataran sekolah. Foto: ist.

Dalam aksi ini kata dia para siswa menuntut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara (Malut) mencopot kepsek SMK 6 Halsel, Nadar Hi Azis dan mendesak Dikbud melakukan pemeriksaan terkait beasiswa sejumlah siswa yang telah dicairkan, namun tidak pernah disalurkan secara langsung ke siswa.

“Bila tuntutan kami tidak diindahkan, kami akan boikot sekolah,” tegasnya.

Ia menambahkan bukan kali ini saja beasiswa tidak diberikan kepsek. Tapi masalah yang sama pernah terjadi sejak Nadar Hi Azis ditunjuk sebagai kepsek lima tahun lalu sejak tahun 2018 sampai 2022. Masalah beasiswa kemudian terjadi kembali di tahun 2024 ini.

Hal yang sama juga diakui salah satu guru SMK 6 yang meminta namanya tidak dipublish. Ia mengaku kepsek SMK 6 sudah berbulan-bulan meninggalkan sekolah. Terakhir kali kepsek masuk sekolah Agustus 2024 lalu, itu pun karena untuk melaksanakan rapat praktik siswa. Namun setelah itu kata dia, kepsek sudah tidak lagi menginjakkan kaki di sekolah, sampai siswa mengikuti ujian semester dan ujian praktek.

“Jadi semua pelaksanaan ujian, kami para guru yang tangani,” akunya, Rabu (12/2/2025).

Ia mengungkapkan beasiswa PIP milik siswa yang tengah diurus kepsek juga tidak pernah disalurkan ke tangan siswa selama enam tahun terakhir, terhitung 2018 sampai 2024. Beasiswa PIP hanya diberikan sekali di tahun 2023 lalu.

“November 2024 lalu kepsek meminta siswa menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua, dan sudah buat buku tabungan para siswa. Sehingga siswa berharap cair akhir tahun lalu, sayangnya sampai sekarang beasiswa sudah tidak ada kabar pencairannya,” ungkapnya.

Dia menambahkan Kepsek yang sudah ditunjuk sejak 2018 ini juga menganaktirikan para guru, buktinya saat mengurus berkas mengikuti tes sangat sulit. Sebab harus melalui tangan kepsek. Bukan hanya itu, kepsek bahkan melakukan praktik nepotisme dengan memasukkan nama istri dalam dapodik.

“Padahal istri tidak pernah mengajar,” sambungnya.

Dia juga mengeluhkan pengelolaan dana bos yang tidak transparan. setiap pencairan tidak pernah mengadakan rapat dan realisasinya untuk perbaikan fasilitas sekolah juga tak dilakukan.

“Kami minta Dikbud copot kepsek SMK 6,” pungkasnya.

error: Content is protected !!