Ambon, — Arus mudik dan kunjungan wisata ke Maluku melalui Bandara Internasional Pattimura menunjukkan tren positif selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama masa operasional posko Nataru, bandara ini melayani 59.216 penumpang, meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data tersebut disampaikan General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, saat penutupan Posko Angkutan Udara Nataru 2025/2026, Senin (5/1/2026).
“Selama periode Nataru, terjadi peningkatan pergerakan pesawat mencapai 642 pergerakan, atau naik 10 persendibandingkan Nataru 2024. Sementara jumlah penumpang yang datang dan berangkat tercatat 59.216 orang,” ujar Johan di Ambon.

Pergerakan Pesawat dan Kargo Tumbuh Signifikan
Tak hanya mobilitas penumpang, aktivitas penerbangan di Bandara Pattimura juga ditandai dengan lonjakan sektor logistik. Sepanjang periode Nataru, volume kargo tercatat mencapai 664 ton, meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Johan, pertumbuhan kargo ini mencerminkan peran strategis Bandara Pattimura sebagai simpul distribusi logistik kawasan kepulauan Maluku, terutama dalam mendukung pasokan kebutuhan masyarakat selama momentum hari besar keagamaan.
“Kenaikan kargo menunjukkan bahwa bandara bukan hanya melayani penumpang, tetapi juga menopang pergerakan ekonomi dan distribusi barang di Maluku,” ujarnya.
Wisatawan Mancanegara Jadi Penggerak
Dari sisi pariwisata, peningkatan trafik penumpang turut didorong oleh masuknya wisatawan mancanegara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, lebih dari 5.000 wisatawan asing tercatat masuk melalui Bandara Pattimura selama periode Nataru.
Angka tersebut setara sekitar 40 persen dari total 12.500 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Maluku sepanjang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Wisata bahari, selam, dan kekayaan budaya Maluku menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asing tersebut.
Meski terjadi peningkatan signifikan pada jumlah penumpang dan pergerakan pesawat, pihak bandara memastikan operasional terminal berjalan lancar tanpa penumpukan penumpang.
Johan menyebut, kesiapsiagaan petugas serta koordinasi lintas sektor—mulai dari maskapai, TNI–Polri, hingga otoritas bandara menjadi kunci kelancaran layanan selama puncak arus Nataru.
Sebagai bagian dari peningkatan pengalaman penumpang, Bandara Pattimura juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku menghadirkan hiburan musik tradisional khas Maluku di area terminal.
“Ini bukan sekadar untuk kenyamanan, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya Maluku kepada para pendatang, khususnya wisatawan mancanegara,” kata Johan.
Dengan capaian tersebut, Bandara Pattimura menegaskan perannya sebagai pintu gerbang utama Maluku yang tak hanya melayani mobilitas orang, tetapi juga mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
Penulis: Christin Pesiwarissa
