Ambon,- Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi sekelompok pelajar diduga hendak terlibat tawuran di ruas Jalan Yan Paais, Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Rekaman berdurasi singkat itu memicu keresahan publik setelah memperlihatkan puluhan remaja, beberapa di antaranya masih mengenakan seragam sekolah, memenuhi badan jalan saat hujan mengguyur kawasan tersebut.
Aksi yang oleh warga disebut sebagai “adu jago” itu dinilai tidak sekadar kenakalan remaja biasa, tetapi telah mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dalam video yang beredar luas melalui akun Facebook Chiqa Anyes, tampak sejumlah remaja saling menantang dengan gestur provokatif di tengah arus lalu lintas yang dipadati angkutan kota dan becak.

Lokasi kejadian teridentifikasi berada di sekitar kawasan GPdI Jemaat Shekinah Ambon. Situasi semakin memprihatinkan karena aksi berlangsung saat kondisi jalan licin akibat hujan, sementara kendaraan tetap berlalu-lalang di jalur tersebut.
Kemarahan publik pun meluas di media sosial. Banyak warga menilai aksi para pelajar itu mencerminkan menurunnya disiplin dan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas siswa di luar lingkungan sekolah.
Merespons viralnya video tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Ferdinan Tasso, langsung menginstruksikan seluruh sekolah di Kota Ambon untuk melakukan pelacakan identitas siswa yang diduga terlibat.
“Kami sudah mengirimkan video unggahan tersebut ke pihak sekolah agar segera dilacak. Hal ini penting untuk memastikan siapa saja siswa didik yang terlibat dalam aksi tersebut,” tegas Ferdinan.
Menurutnya, langkah tersebut bukan semata untuk menghukum, tetapi sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penegakan disiplin pelajar. Sekolah diminta melakukan verifikasi internal, termasuk mencocokkan seragam dan identitas siswa yang terlihat dalam rekaman video.
Dinas Pendidikan juga menegaskan bahwa siswa yang terbukti terlibat akan diproses sesuai aturan tata tertib sekolah. Bentuk penanganan dapat berupa pemanggilan orang tua, pembinaan khusus, hingga pemberian sanksi disiplin apabila ditemukan unsur pelanggaran berat.
Peristiwa ini kembali membuka sorotan terhadap fenomena tawuran pelajar yang mulai marak muncul melalui media sosial. Banyak pihak menilai budaya saling tantang antar kelompok remaja kini semakin mudah menyebar karena dorongan eksistensi digital dan minimnya kontrol lingkungan.
Warga berharap aparat pendidikan, sekolah, dan orang tua tidak hanya berhenti pada pelacakan identitas, tetapi juga membangun pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas siswa di luar jam belajar. Sebab, jika dibiarkan, aksi seperti ini dikhawatirkan dapat berkembang menjadi bentrokan fisik yang lebih besar dan memakan korban.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah sekolah di Kota Ambon masih melakukan penelusuran terhadap siswa yang diduga berada dalam video viral tersebut.