DLHP Ambon Tegur Keras Rumah Makan di Batumerah, Limbah Minyak Sumbat Drainase

21/01/2026
Keterangan gambar: Petugas DLHP ketika meninjau lokasi pencemaran limbah rumah makan, Foto: Ist

Ambon, — Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon menegur keras pemilik sebuah rumah makan (RM) di kawasan Batumerah setelah menerima pengaduan warga terkait saluran drainase yang tersumbat limbah minyak dan lemak dapur. Peninjauan lapangan dilakukan pada Selasa, 20 Januari 2026.

Di lokasi, tim DLHP menemukan air limbah dapur rumah makan dialirkan langsung ke saluran umum melalui sistem bypass tanpa proses penyaringan. Akibatnya, endapan lemak menumpuk di drainase, memicu penyumbatan, bau menyengat, serta berpotensi menimbulkan genangan dan pencemaran lingkungan.

DLHP langsung memerintahkan pemilik rumah makan membersihkan saluran drainase dari tumpukan lemak serta mewajibkan pemasangan grease trap alat penjebak minyak agar limbah padat tidak lagi masuk ke saluran umum.

Keterangan gambar: Limbah Rumah makan yang melubar ke badan jalan, Foto: Ist

Kepala DLHP Kota Ambon, Apriesz Gaspers, menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi pelanggaran pengelolaan limbah oleh pelaku usaha kuliner.

“Teguran keras telah kami berikan melalui Surat Peringatan (SP) I. Jika tidak diindahkan, kami akan merekomendasikan pencabutan izin usaha,” kata Apriesz kepada Titastory, Selasa (20/1/2026).

Menurut dia, setiap usaha makanan wajib mematuhi ketentuan pengelolaan limbah sesuai peraturan perundang-undangan. Penggunaan grease trap dinilai sebagai kewajiban dasar untuk mencegah penyumbatan pipa, pencemaran lingkungan, dan konflik dengan warga sekitar.

Keterangan gambar: Endapan limbah, Foto: Ist

DLHP memastikan akan memperketat pengawasan dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. “Lingkungan bersih adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelaku usaha di Ambon untuk taat aturan,” ujar Apriesz.

Warga Batumerah berharap langkah tegas ini menjadi solusi cepat atas persoalan drainase sekaligus peringatan bagi usaha lain agar lebih peduli pada dampak lingkungan.

Penulis : Christin Pesiwarissa
error: Content is protected !!