Yahukimo, Papua Pegunungan, — Kelompok bersenjata TPNPB mengklaim kembali melakukan penembakan terhadap sebuah pesawat Hercules milik militer Indonesia yang disebut memasuki wilayah konflik di Kabupaten Yahukimo. Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat TPNPB tertanggal Jumat, 16 Januari 2026. Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Menurut pernyataan TPNPB, laporan tersebut berasal dari Komandan Batalyon HSSBI Mayor Enos M Yoal dan Komandan Operasi Wene Kobak. Mereka menyebut penembakan terjadi saat pesawat Hercules melintas di kawasan pegunungan, dengan dugaan badan pesawat terkena empat tembakan. TPNPB juga menuding aparat keamanan menyembunyikan dampak serangan tersebut. Tidak ada konfirmasi resmi dari pihak militer terkait klaim ini hingga berita diturunkan.

Dalam rilis yang sama, TPNPB menyampaikan peringatan keras agar aparat keamanan menghentikan operasi militer di Yahukimo. Mereka juga mengklaim siap bertanggung jawab atas insiden tersebut dan meminta aparat tidak melakukan tindakan terhadap warga sipil. TPNPB turut menyatakan akan menargetkan sarana militer yang mereka sebut memasuki wilayah konflik, termasuk pesawat dan kendaraan lapis baja. Pernyataan ini merupakan klaim sepihak TPNPB.
Selain isu militer, TPNPB juga menyerukan agar pemerintah Indonesia menghentikan seluruh aktivitas pembangunan dan investasi di Yahukimo. Mereka menyebutkan penolakan terhadap proyek-proyek pembangunan sebagai bagian dari sikap politik mereka di wilayah tersebut. Seruan ini tidak disertai bukti tambahan dan belum ditanggapi pemerintah.
Sebelumnya, aparat keamanan melalui Koops Habema kerap menyatakan operasi di Papua dilakukan untuk pengamanan wilayah dan objek vital nasional. Hingga berita ini diterbitkan, TNI maupun pemerintah pusat belum memberikan pernyataan resmi menanggapi klaim penembakan pesawat dan seruan penghentian investasi dari TPNPB.
