Ambon, — Predikat desa wisata yang disematkan pada Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, kini menghadapi ancaman serius. Tumpukan sampah terlihat berserakan di sepanjang jalan lingkungan, menciptakan pemandangan yang kontras dengan citra Laha sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Kota Ambon.
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga sisa makanan menumpuk di bahu jalan, terutama di Dusun Kampung Baru. Kawasan ini merupakan jalur utama menuju sejumlah penginapan, resort, dan dive center yang kerap menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Raja Negeri Laha, Yasir Mewar, mengakui persoalan sampah menjadi tantangan serius dalam pengelolaan desa wisata. Ia menyebut pemerintah negeri telah berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi kepada warga, namun hasilnya belum maksimal.

“Kami sudah berulang kali melakukan imbauan dan edukasi. Kepala dusun juga turun langsung menegur warga, tetapi kesadaran kolektif masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah,” ujar Yasir, Selasa (—).
Menurutnya, kondisi ini berpotensi merusak upaya pemerintah negeri dalam membangun Laha sebagai destinasi wisata yang bersih dan berkelanjutan.
Pelaku Wisata Khawatir Wisatawan Enggan Kembali
Keluhan juga datang dari pelaku wisata setempat. Amin, seorang pemandu selam (dive guide) lokal, menilai persoalan sampah bukan sekadar isu kebersihan, tetapi ancaman langsung terhadap keberlanjutan ekonomi warga.
“Kalau kondisi seperti ini dibiarkan, wisatawan bisa kapok. Mereka datang ke Laha karena lautnya indah, tapi yang pertama dilihat justru sampah di jalan,” kata Amin.
Ia menegaskan, citra bersih dan asri merupakan aset utama desa wisata. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, berbagai rencana dan program pengembangan pariwisata berisiko tidak berdampak nyata.
Ancaman Nyata bagi Ekonomi Desa
Amin menambahkan, persoalan sampah di Negeri Laha harus dipandang sebagai persoalan bersama. Menurutnya, keberhasilan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh potensi alam dan program pemerintah, tetapi juga oleh kesadaran warga menjaga lingkungan.
“Orang datang membawa harapan dan kenangan. Kalau yang mereka temui justru sampah, mereka akan pergi dan tidak kembali. Itu kerugian besar bagi kita semua,” ujarnya.
Warga dan pelaku wisata berharap adanya langkah konkret dan kolaboratif antara pemerintah negeri, masyarakat, dan pihak terkait untuk mengatasi persoalan sampah, agar visi Negeri Laha sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Ambon tidak sekadar menjadi slogan.
Penulis: Christin Pesiwarissa
