Ambon, — Warga kawasan Kezia, Dusun Siwang, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, kembali menghadapi krisis air bersih. Kekecewaan mencuat setelah layanan air bersih yang diresmikan pada 20 Desember 2025 lalu hingga kini belum dapat dinikmati secara berkelanjutan. Memasuki Januari 2026, sebagian besar kran di rumah warga dilaporkan kembali kering.
Sorotan warga tertuju pada kegiatan peluncuran layanan air bersih yang melibatkan Pemerintah Kota Ambon dan Perumda Tirta Yapono Ambon. Warga menilai peresmian tersebut tidak dibarengi dengan kesiapan teknis yang memadai di lapangan.

Air Mengalir Saat Peresmian
Seorang warga Kezia yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa air hanya mengalir lancar pada saat kegiatan peresmian yang dihadiri Wali Kota Ambon dan jajaran Perumda Tirta Yapono. Setelah itu apa yang terjadi, air hilang.
“Waktu launching kami senang, karena kami pikir penderitaan puluhan tahun membeli air tangki akan berakhir. Tapi setelah pejabat pulang, air juga ikut hilang,” ujarnya kepada media, Kamis (15/1/2026).
Menurut warga tersebut, istilah launching seharusnya menandakan bahwa layanan sudah siap dan berfungsi penuh. “Kalau belum siap, jangan dipaksakan. Air bersih itu kebutuhan dasar, bukan bahan seremoni,” katanya.
Beban Ekonomi Warga
Hingga kini, warga Kezia masih bergantung pada mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam satu bulan, satu keluarga rata-rata harus membeli tiga tangki air dengan biaya sekitar Rp200.000 per tangki.
“Artinya, kami bisa menghabiskan Rp600.000 per bulan hanya untuk air. Ini sudah kami alami bertahun-tahun,” ujar warga tersebut.
Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Warga pun mendesak Pemerintah Kota Ambon dan Perumda Tirta Yapono untuk menyampaikan penjelasan terbuka mengenai kendala teknis yang menyebabkan layanan air belum berjalan optimal.
Hingga berita ini diturunkan, Direktur Perumda Tirta Yapono Ambon, Pieter Saimima, belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi terkait keluhan warga.

Sementara itu, penelusuran media menunjukkan bahwa persoalan air bersih di Dusun Siwang bukan hal baru. Sejumlah proyek pembangunan bak penampung dan jaringan perpipaan yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota Ambon maupun Pemerintah Provinsi Maluku sebelumnya juga belum mampu mengatasi krisis air bersih secara menyeluruh.
Warga berharap pemerintah tidak lagi menjadikan pemenuhan air bersih sebagai agenda simbolik, melainkan menghadirkan layanan publik yang benar-benar berfungsi dan berkelanjutan.
