Ambon, – Bau menyengat tercium begitu memasuki area parkir Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Kota Ambon. Di sepanjang selokan, tumpukan sampah plastik, botol bekas, hingga sisa daun kelapa hias terlihat menggunung dan menyumbat aliran air. Pemandangan kumuh ini kontras dengan fungsi kawasan tersebut sebagai pusat pemerintahan Kota Ambon, Sabtu (10/1/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan saluran drainase di area parkir ASN tersumbat total. Air menggenang berwarna kehitaman dan berbau tak sedap, meski kawasan ini setiap hari dilalui ratusan kendaraan ASN serta warga yang mengurus berbagai keperluan administratif di Balai Kota.
Ironi pun tak terhindarkan. Di tengah gencarnya Pemerintah Kota Ambon mengampanyekan perilaku hidup bersih kepada masyarakat, justru lingkungan kerja aparatur pemerintah sendiri terabaikan. Tak terlihat upaya pembersihan, meski para ASN berlalu-lalang di sekitar tumpukan sampah tersebut.

Kritik Tajam dari Masyarakat
Kondisi ini memicu reaksi keras warga yang melintas saat tim titastory.id berada di lokasi. Mereka menilai pembiaran tersebut sebagai bentuk kegagalan aparatur negara dalam memberi teladan kepada publik.
“Sangat ironis. Kami warga diancam sanksi kalau buang sampah sembarangan, tapi di depan mata para pejabat, sampah dibiarkan menumpuk berhari-hari. Ini soal keteladanan pimpinan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Munculnya tumpukan sampah di lingkungan Balai Kota ini diduga kuat akibat masih kentalnya ego sektoral antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Persoalan kebersihan seolah dianggap semata-mata menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), tanpa ada rasa memiliki dari pegawai OPD lainnya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon untuk mewujudkan kota yang nyaman dan asri terancam hanya menjadi retorika. Publik kini menanti langkah konkret pimpinan daerah untuk mendisiplinkan jajarannya sendiri.
Peristiwa ini semestinya menjadi momentum evaluasi internal Pemerintah Kota Ambon. ASN sebagai abdi negara idealnya berada di barisan terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari ruang kerja dan fasilitas pemerintahan.
Tanpa sinergi dan kesadaran bersama di internal birokrasi, ambisi menjadikan Ambon sebagai kota bersih dan tertata akan sulit tercapai.
Hingga berita ini diturunkan, OPD terkait belum memberikan respons atas kondisi tersebut.
Penulis: Christin Pesiwarissa
