Ambon,- Enam tahun lalu, tepat pada 1 Januari 2020, titastory lahir dari sebuah keyakinan sederhana namun berat: bahwa kebenaran harus disuarakan, meski sering datang dari pinggiran; dan jurnalisme harus berdiri independen, meski kerap berhadapan dengan tekanan kekuasaan dan modal.
Hari ini, pada 1 Januari 2026, kami tidak sekadar menghitung usia. Kami menengok kembali perjalanan panjang mengawal fakta, merawat ingatan, dan menjaga nurani publik, terutama dari wilayah Indonesia Timur—Maluku, Maluku Utara, Papua, dan kawasan kepulauan lainnya yang selama ini kerap dilihat dari kejauhan, atau bahkan diabaikan.
Dalam enam tahun perjalanan, titastory.id telah meliput beragam peristiwa penting: konflik masyarakat adat, perampasan ruang hidup, krisis lingkungan dan perubahan iklim, ekspansi tambang dan industri ekstraktif, praktik kekerasan struktural yang menempatkan warga sebagai korban pembangunan, pelanggaran HAM terhadap Tahanan Poliitik (Tapol), hingga pilihan politik pembebasan. Kami memilih untuk berdiri bersama mereka yang bersuara dalam sunyi—masyarakat adat, nelayan, petani, perempuan, dan generasi muda di wilayah pinggiran.
Menjadi media independen bukan jalan yang mudah. Kami berjalan dengan keterbatasan, menghadapi tantangan finansial, tekanan politik, dan risiko di lapangan. Namun kami percaya, jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan tanggung jawab moral. Karena itu, kami berupaya setia pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan pada nilai paling mendasar: kejujuran terhadap fakta.
Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi kami, dengan berdirinya PT Tita Pombo Media sebagai badan hukum pers mandiri. Ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan hasil dari perjuangan kolektif selama lima tahun untuk memastikan titastory.id berdiri tegak, berdaulat, dan berkelanjutan.
Memasuki tahun ke-6, kami menyadari tantangan ke depan tidak semakin ringan. Krisis iklim kian nyata, demokrasi menghadapi ujian, dan ruang hidup masyarakat adat terus terancam. Karena itu, titastory.id menegaskan komitmennya untuk memperkuat liputan investigatif dan indepth reporting, mengembangkan jurnalisme kolaboratif dan jurnalisme warga, serta memperluas karya audio-visual dan dokumenter—agar kebenaran tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan.
Kami percaya, selama masih ada ketidakadilan, jurnalisme harus tetap bersuara. Selama masih ada yang dibungkam, media harus hadir sebagai ruang aman untuk kebenaran.
Enam tahun adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Dan selama nurani publik masih membutuhkan suara yang jujur, titastory.id akan terus mengawal kebenaran.
Redaksi titastory.id Independen dan Suarakan Kebenaran
